Menko Luhut Sebut Indonesia Sudah Berubah, Bukan Negara Ecek-Ecek Lagi

Sabtu, 12 November 2022 – 01:56 WIB
Menko Marves Luhut Binsar yang mewakili Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada Polri yang menggunakan produk dalam negeri di atas 70 persen. Foto: Dok Div Humas Polri

jpnn.com, BALI - Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Menkomarves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa Indonesia bukan negara yang ecek-ecek atau tidak bersungguh-sungguh dalam menyusun kebijakan dan memainkan perannya di panggung global.

Merujuk pada pertemuannya dengan Utusan Khusus Amerika Serikat untuk Perubahan Iklim John Kerry, Luhut menyatakan bahwa Indonesia bisa menjadi model untuk penanganan dampak perubahan iklim melalui sejumlah inisiatif lingkungan yang telah diterapkan di dalam negeri, antara lain restorasi hutan bakau, pengembangan kendaraan listrik, dan konservasi lahan gambut.

BACA JUGA: Luhut Tak Ingin TNI dan Polri Buat Kesalahan Saat Menjaga KTT G20

“Indonesia sekarang adalah negara yang berbeda, bukan lagi negara ecek-ecek. Kita memiliki sesuatu, kita memahami tanggung jawab kita terhadap lingkungan dan generasi masa depan Indonesia,” kata Luhut dalam Bloomberg CEO Forum yang digelar di sela-sela KTT G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat.

Luhut menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin didikte atau dikontrol negara lain, karena sudah mengupayakan yang terbaik dalam mengelola negara dengan melibatkan generasi muda dalam penyusunan kebijakan.

BACA JUGA: Vladimir Putin Bakal Datang ke Bali? Luhut Bilang Begini

Dia yakin Indonesia ke depannya akan menjadi negara yang lebih baik dan menjadi ekonomi terbesar keempat dunia pada 2050.

“Saya yakin kita dapat mencapainya selama kita solid,” ujar dia.

BACA JUGA: Jokowi Tinggalkan Indonesia, Luhut hingga Prabowo Menyaksikan, Lihat Ekspresi Mereka

Sementara itu dalam menjalankan perannya sebagai Presiden G20 tahun ini, Luhut menjelaskan bahwa Indonesia berupaya memfasilitasi kepentingan seluruh anggota kelompok tersebut.

“Itu adalah peran Presiden Joko Widodo untuk menjembatani antara Presiden Ukraina dan Presiden (Rusia) Vladimir Putin, serta memfasilitasi komunikasi antara Presiden AS Joe Biden dan Presiden (China) Xi Jinping,” kata dia. (ant/dil/jpnn)


Redaktur & Reporter : M. Adil Syarif

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler