Menko PMK Minta Pemda Alokasikan APBD untuk Stunting dan Kemiskinan Ekstrem

Jumat, 31 Maret 2023 – 06:02 WIB
Menko PMK Muhadjir Effendy saat Roadshow Dialog Stunting dan Kemiskinan Ekstrem secara daring pada Selasa (28/3). Foto: Dok Kemenko PMK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy meminta pemerintah daerah menyisihkan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) kepada dua Program Prioritas Nasional yaitu pengurangan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem.

Hal itu diungkapkan Muhadjir Effendy saat Roadshow Dialog Stunting dan Kemiskinan Ekstrem secara daring pada Selasa (28/3).

BACA JUGA: Menko PMK Nilai Sumber Gizi dari Laut Dapat Jadi Solusi Masalah Stunting Sulteng

“Jadi, ini mohon betul-betul mendapatkan perhatian serta menyinergikan semua sumber-sumber dana yang ada dari berbagai pihak ini untuk di optimalkan pemanfaatannya agar Provinsi Sumatera Selatan angka stuntingnya bisa dibawah satu digit dan miskin ekstremnya nol persen pada tahun 2024 nanti,” ungkap Muhadjir dalam keterangannya yang dikutip di Jakarta, Jumat (31/3).

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 mencatat angka stunting di wilayah Sumatera Selatan sebesar 18,6 persen. Angka tersebut mengalami penurunan sebanyak 6,2 persen dimana pada 2021 sebesar 24,8 persen.

BACA JUGA: Menko PMK Beri Perhatian Khusus Penanganan Stunting-Kemiskinan Ekstrem di Sulteng

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Sumatera Selatan Edward Candra mengatakan penurunan angka stunting dilakukan melalui beberapa pendekatan mulai delapan aksi konvergensi penurunan stunting, hingga penerapan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GMSP).

GMSP adalah gerakan yang mengajak msyarakat menjadi petani pemula dengan menanam sejumlah komoditas pangan di pekarangan rumah.

Sejumlah bantuan seperti bibit dan sarana tanam juga diberikan oleh pemerintah Provinsi Sumatra Selatan.

“Gerakan ini menjadi salah satu strategi yang kami lakukan untuk menurunkan angka stunting dan menghapus kemiskinan ekstrem, dengan mengubah pola pikir masyarakat untuk menjadi produktif dalam hal kemandirian pangan,” ucapnya.

Pj. Bupati Ogan Komering Ulu Teddy Meilwansyah mengatakan penangan stunting yang dilakukan sudah dimulai dari sektor yang paling hulu yaitu para remaja putri dan ibu hamil.

"Mulai dari masa remaja putri melalui pemberian tablet tambah darah serta pemberian makanan tambahan bergizi dan berprotein tinggi kepada para ibu hamil, diharapkan stunting di wilayah kami dapat semakin turun,” tuturnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Kabupaten Musi Rawas Utara.

Pencegahan stunting dilakukan lewat kegiatan Antenatal Care (ANC) Gedor Desa bersama dinas kesehatan melakukan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) dan pelayanan kesehatan lainnya pada ibu hamil yang dilakukan oleh dokter spesialis dan terlatih ke desa-desa terpencil.(mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler