Menkominfo: Indonesia Butuh 600 Ribu Talenta Digital Setiap Tahun

Rabu, 18 Mei 2022 – 19:44 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate menyebut Indonesia membutuhkan 600 ribu talenta digital setiap tahunnya. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan transformasi digital nasional terus dikembangkan untuk berbagai lini kehidupan.

Perkembangan transformasi digital berimplikasi pada peningkatan kebutuhan talenta digital.

BACA JUGA: Kemenkominfo Gelar Program DTS Demi Menyiapkan Talenta di Bidang Digital

Menurutnya, talenta-talenta digital akan menjadi navigator utama penggerak ekosistem digital.

"Saat ini, setidaknya Indonesia membutuhkan 600 ribu talenta digital setiap tahunnya,” ujarnya Johnny dalam keterangan yang dikutip, Rabu (18/5).

BACA JUGA: Jokowi Berharap Talenta Digital Binaan Sea Labs Ikut Memajukan UMKM

Namun, Johnny menyebutkan terdapat kesenjangan talenta digital dan peluang kerja.

Menkominfo menyontohkan di kawasan Asia Pasifik, lebih dari 50 persen CEO menemui kesulitan untuk merekrut talenta digital dengan keterampilan yang tepat.

Dia menyebut diproyeksikan pada 2030 akan terjadi kekurangan sebanyak 47 juta talenta digital di kawasan Asia Pasifik.

"Di level nasional, tercatat setidaknya 50 persen dari tenaga kerja kita baru memiliki keterampilan digital tingkat dasar dan menengah. Sedangkan mereka dengan keterampilan digital tingkat lanjutan merepresentasikan kurang dari satu persen dari angkatan kerja kita,” jelasnya.

Kesenjangan talenta digital, kata dia, harus disikapi dengan serius, terlebih cita-cita Indonesia menjadi bangsa yang kompetitif di kancah global.

Kendati demikian, selain melihat kebutuhan talenta digital sebagai tantangan, Indonesia juga perlu menilik potensi digital saat ini.

“Indonesia menjadi rumah bagi 2.229 startup atau terbanyak kelima di dunia, bahkan kita juga memiliki satu startup decacorn dan delapan startup unicorn Inovasi anak bangsa,” jelasnya.

Selain itu, potensi valuasi ekonomi digital indonesia juga diproyeksikan mencapai Rp 4.531 triliun atau setara dengan USD 315,5 miliar pada 2030. Oleh karena itu,

“Kita patut optimis dalam mengoptimalkan potensi yang dimiliki, kita harus mampu menjadi generasi inisiator, inventor, dan inovator yang dapat memanfaatkan peluang era digital untuk kemajuan bangsa,” tegas Johnny. (mcr10/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robiatul

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler