Menkop Teten: Ini Akan Sangat Membantu bagi UKM-UKM

Sabtu, 10 Oktober 2020 – 14:14 WIB
Menkop UKM Teten Masduki. Foto: Humas Kemenkop UKM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan UKM saat ini menjadi penyangga ekonomi nasional di tengah ketidakpastian dampak pandemi COVID-19.

Teten menyebut, UKM mampu menahan angka pengangguran dan menekan angka kemiskinan.

BACA JUGA: Menkop UKM: UU Cipta Kerja Permudah Pengembangan KUMKM di Indonesia

“UMKM itu sudah berkali-kali menghadapi situasi sulit, krisis. Kelebihan dari UKM yang kecil-kecil ini cepat melakukan perubahan. Banting stirnya itu cepat,” ucap Teten dalam webinar Warta Ekonomi bertajuk Kiat Inovasi Kreatif UKM Bertahan di Tengah Pandemi COVID-19, Belajar Dari Para Survivor dan Master' yang diselenggarakan secara daring, Kamis (8/10).

Teten mengungkap, alasan itulah yang membuat pemerintah mengalokasikan anggaran yang besar dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

BACA JUGA: Dibilang Norak Kerap Pamer Kemesraan dengan Suami Barunya, Meggy Wulandari Bilang Begini

Ada pula program program restrukturisasi pinjaman termasuk memberikan hibah modal kerja bagi yang belum bankable.

“Dari sisi demand pemerintah coba bantu penyerapan lewat belanja kementerian dan lembaga. Kami mendapatkan komitmen dari Kementerian BUMN, capex di bawah Rp14 miliar ini sekarang diperuntukan untuk UMKM,” jelasnya.

BACA JUGA: Dua Anak Usaha PT PP Gelar RUPS Luar Biasa, Susunan Direksi Dirombak

Selain itu, Kemenkop UKM telah membuat beberapa program pendampingan, konsultasi, pelatihan, baik secara online atau virtual.

Tujuannya, untuk membantu UKM melakukan adaptasi dan inovasi bisnis dalam merespon perkembangan baru, khususnya dalam hal teknologi.

“Sekarang baru 13% UMKM kita yang sudah terhubung ke platform digital. Kita dorong percepatan, transformasi, karena ini akan memberikan manfaat, akses pasar yang lebih besar, termasuk akses pembiayaan,” bebernya.

Penyedia platform digital berskala besar sudah bisa mengakses lebih sekitar 97% wilayah Indonesia. Hanya saja, Teten mengakui kalau tidak semua UKM bisa berjualan di platform digital dalam skala market nasional, mengingat kapasitas produksi dan SDM yang terbatas.

“Ini akan sangat membantu bagi UKM-UKM. Sekarang banyak platform digital dengan market yang lebih kecil yaitu di tingkat daerah. Kami juga menyediakan platform digital sederhana, e-Brochure Smesco, untuk membantu UMKM yang memang belum siap jualan di platform digital yang lebih besar,” terang dia.

Dari situ, Kemenkop UKM akan melakukan edukasi, kurasi, dan inkubasi agar pelaku usaha siap masuk ke platform digital.

Bahkan persentase konsumen yang baru pertama kali berbelanja online selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) mencapai 51 persen.

Dalam kesempatan yang sama, CEO dan Chief Editor Warta Ekonomi Muhamad Ihsan menuturkan kondisi pandemi saat ini mengajarkan kalau proses digitalisasi akan selalu berjalan dengan cepat.

Menurut dia digitalisasi itu perlu dilihat sebagai terobosan yang postif agar bisa membangkitkan perekonomian lewat UMKM.

“Para pengusaha restoran yang kehilangan pengunjung, mengubah pola penjualannya lewat frozen food. Para pelaku bisnis travel, merubah strategi dengan menjual virtual tour. Para pelaku bisnis music dan MICE melakukan pertunjukan dan seminar via virtual. Pada intinya, semua mengeluarkan energi kreatif agar bisnisnya tetap bertahan,” seru Ihsan.(chi/jpnn)

Simak! Video Pilihan Redaksi:


Redaktur & Reporter : Yessy

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler