Menkop UKM Dorong Kemitraan Usaha Besar dan Koperasi Nelayan Ditingkatkan

Senin, 31 Agustus 2020 – 20:25 WIB
Menkop UKM Teten Masduki saat meninjau salah satu offtaker produk nelayan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (31/8). Foto: Humas Kemenkop UKM

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki mendorong langkah kemitraan antara usaha besar (sebagai offtaker) dengan koperasi nelayan terus ditingkatkan, agar ikan hasil tangkapan nelayan bisa diserap pasar.

"Dengan konsep kemitraan tersebut, saya berharap sektor kelautan yang 96 persen didominasi pelaku UMKM bisa lebih efisien, ekonomis, dan produktif," ucap Teten, usai meninjau salah satu offtaker produk nelayan dan pengolahan ikan di kawasan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (31/8).

BACA JUGA: Menkop UKM: Toko Kelontong dan UMKM Jangan Menyerah

Dengan kemitraan, lanjut Teten, ada kepastian pasar bagi hasil tangkapan nelayan di seluruh Indonesia.

"Oleh karena itu, saya menginginkan agar usaha di sektor kelautan tidak dilakukan secara individu, melainkan tergabung dalam wadah koperasi," ujar MenkopUKM.

BACA JUGA: Kolaborasi Kemenkop UKM dan KemenBUMN Pulihkan KUMKM Terdampak Covid-19  

Dengan berkoperasi, seluruh proses usaha sektor kelautan (nelayan) bisa masuk skala keekonomian.

"Produk sektor kelautan merupakan salah satu keunggulan kita. Maka, kita harus kembangkan dan perluas sisi pemasarannya," kata Teten.

BACA JUGA: Kemenkop dan UKM Salurkan Bantuan Presiden untuk Pelaku Usaha Mikro

Meski pasar ekspor tengah menurun tajam di tengah pandemi Covid-19, Teten mendorong untuk memperkuat pasar domestik yang juga tak kalah besar dengan potensi 260 juta penduduk Indonesia.

"Rantai ekonomi sektor kelautan yang terlalu panjang, harus lebih disederhanakan dan diperpendek. Sehingga, nelayan dan koperasi dapat lebih menikmati keuntungannya," tandas Teten.

Terlebih lagi, menurut Teten, sektor kelautan merupakan sektor padat karya. Dimana mampu menyerap banyak tenaga kerja, dari hulu hingga hilir. "Dengan kemitraan dengan para offtaker juga memudahkan koperasi untuk mengakses pembiayaan dari lembaga keuangan," tukas MenkopUKM.

Potensi Pasar

Mantan Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menjelaskan, ada dua potensi pasar yang besar bagi produk perikanan dan kelautan asal Indonesia yang harus terus ditingkatkan.

"Untuk pasar ekspor, Indonesia ada perjanjian kerjasama dengan Australia. Begitu juga dengan pasar China yang pertumbuhan ekonominya mulai kembali positif," kata Enggar.

Di samping itu, kata Enggar, pasar Jepang dan Eropa bisa juga menjadi sasaran untuk perluasan pasar produk kelautan dari Indonesia.

"Pokoknya, sektor unggulan kita ini harus membuka potensi pasar seluas-luasnya," imbuh Enggar.

Sementara untuk pasar domestik, Enggar berharap pelaku UMKM sektor kelautan mampu memanfaatkan teknologi dalam memasarkan produknya.

"Dalam penjualan secara digital online itu, kualitas produk harus benar-benar dijaga. Pengusaha dan nelayan harus sama-sama menjaga kualitas produknya," ucap Enggar.

Dirut PT Cahaya Bahari Jakarta Then Herry Yulianto menambahkan, sebagai offtaker ikan dari hasil tangkapan nelayan, pihaknya mampu mengolah dan memproduksi produk ikan olahan hingga 6000 ton perbulan.

"Kami mampu menampung berapa pun besarnya hasil tangkapan ikan dari nelayan di seluruh Indonesia," pungkas Herry. (ikl/jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler