Menlu Retno Minta Diplomat Blusukan Jual Indonesia

Kamis, 30 Oktober 2014 – 04:09 WIB
Menlu RI, Retno Marsudi. Foto: dok/JPNN.com

jpnn.com - JAKARTA - Baru menjabat tiga hari sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu), Retno Marsudi sudah membuat gebrakan, Rabu (29/10). Salah satunya adalah mewajibkan seluruh perwakilan pemerintah Indonesia atau diplomat-diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang bertugas di luar negeri untuk blusukan.

Blusukan ini memiliki makna berbeda dengan yang sering kita ketahui dari apa yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Blusukan ala diplomat adalah aktif melakukan lobi-lobi dengan pemerintah negara setempat. Gunanya untuk menjual Indonesia di sana," jelasnya saat temu media di kemenlu, Rabu (29/10). 

BACA JUGA: Ketua Panitia Muktamar versi SDA Membelot

Menlu perempuan pertama ini mencontohkan di bidang pariwisata misalnya. Para diplomat harus mengetahui angka turis dari negara tersebut yang melakukan perjalanan wisata ke Indonesia. "Jika terlihat turun, diplomat harus segera turun tangan. Dengan cara, meminta laporan dari negara setempat dan melakukan analisa untuk mengetahui penyebab penurunan angka tersebut," tambahnya.

Contoh lain, lanjut dia, adalah mempromosikan penerbangan menggunakan Garuda jika ada rute yang melayani ke negara setempat. "Perlu perubahan mindset bagi diplomat kita, bahwa kita harus lebih aktif dalam masalah ekonomi. Kita blusukan, beri guidelines yang jelas bagi mereka. Semua kita lakukan untuk menjual Indonesia di sana," ujarnya.

BACA JUGA: TNI Rapat Gabungan dengan Militer Singapura

Untuk kegiatan blusukan ini tentu mengindikasikan adanya anggaran khusus bagi para diplomat di sana. Menjawab hal itu, mantan Dubes RI untuk Belanda ini menuturkan bahwa pihaknya juga berharap demikian. Ia berharap akan ada penambahan anggaran. 

Namun menurut dia, ada tidak adanya tambahan ini para diplomat akan tetap melaksanakan blusukan yang menjadi salah satu program Kemenlu ini. "Mudah-mudahan ada tambahan. Tapi kalaupun tidak, kita sudah terbiasa bekerja dengan anggaran yang ada. Namanya juga diplomat, pejuang," tandasnya. (mia/kim)

BACA JUGA: Cari Solusi buat Merpati, Menteri BUMN Panggil Pengelola Aset

BACA ARTIKEL LAINNYA... MenPAN-RB Minta Arsip Nasional RI Lebih Gesit


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler