Menpar Arief Yahya Jadi Tokoh Inspirasional 2016 versi SPS Pusat

Kamis, 01 September 2016 – 15:05 WIB
Menteri Pariwisata Arief Yahya. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com - SEMARANG – Perusahaan pers yang tergabung dalam Serikat Penerbit Surat Kabar (SPS) ikut memberi perhatian serius pada 10 Top Destinasi Prioritas yang dicanangkan Kementerian Pariwisata. Organisasi yang kini bernama Serikat Perusahaan Pers itu bahkan telah membentuk tim kelompok kerja (pokja) percepatan 10 destinasi wisata itu.

Pada Rabu (31/8), SPS Pusat meluncurkan tim pokja percepatan 10 destinasi itu di Chrystal Room, Hotel Aston Semarang, di atas panggung bertema Karya Inspirasional untuk Bangsa. Menteri Oariwisata Arief Yahya pun terpilih sebagai Tokoh Publik dengan Karya Inspirasional dalam ajang The 5th Indonesia Public Relations Awards & Summit (IPRAS) 2016 versi SPS itu.

BACA JUGA: Tok Tok Tok... Tiga Tahun Bui untuk Penyuap Bang Sanusi

Sertifikat sebagai pemberi inspirasi itu diserahkan oleh Ketua Harian SPS 2015-2019, Ahmad DJauhar. Ini adalah kali kedua Arief Yahya mendapatkan anugerah penghargaan dari SPS Pusat yang memiliki lebih dari 471 anggota (perusahaan media cetak) dan 30 cabang kepengurusan di Indonesia itu.

Tahun lalu,Arief dengan berbagai terobosan di Kemenpar juga menerima award serupa di Gedung Dewan Pers, Kebun Sirih, Jakarta. Tahun 2016 ini, SPS dengan dewan juri yang kredibel memberi penghargaan ke Arief lagi.

BACA JUGA: DPR: Apakah Ini Tanda Kiamat Sudah Dekat?

Dewan juri SPS tahun ini adalah Silih Agung Wasesa (wakil ketua Asosiasi Perusahaan PR Indonesia/APPRI), Thoriq Hadad (direktur produksi Majalah Tempo), Eko Sulistio (deputi IV Bidang Komunikasi Politik dan Diseminasi Informasi Kantor Staf Presiden), Maria Wongsonagoro (IPM PR) dan Ahmad Djauhar (ketua harian SPS Pusat).

Bukan hanya sosok personal Arief Yahya yang mendapatkan penghargaan. Sebab, Kemenpar yang dipimpin Arief pun juga mendapat award sebagai Lembaga Publik dengan Karya Inspirasional.

BACA JUGA: Tito Karnavian Berharap Polwan jadi Pimpinan Polri

Mengapa disebut inspirasional? Menurut Djauhar, program PR yang dirancang dan dilaksanakan Kemenpar ternyata mampu menginspirasi dan memberikan pengaruh positif pada khalayak luas. “Program itu inspirasional juga karena mampu mengomunikasikan sesuatu visi yang menarik dan dapat meraih kepercayaan public terhadap apa yang sedang dikampanyekan,” kata Djauhar yang juga wakil pemimpin umum Bisnis Indonesia itu.

Di forum itu, Menpar Arief menyampaikan kata kunci bahwa pariwisata adalah penyumbang produk domestik bruto (PDB), devisa dan lapangan kerja yang paling mudah, murah dan cepat. Pertama soal PDB, katanya, pariwisata menyumbangkan 10 persen bagi PDB nasional, atau dengan nominal tertinggi di ASEAN.

“Jarang-jarang kita punya angka terbaik di regional kan? Di sini kita dapat!” kata Arief.

Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8 persen dengan tren naik sampai 6,9 persen atau jauh lebih tinggi daripada industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan. Ketiga, devisa pariwisata USD 1 juta menghasilkan PDB USD 1,7 Juta atau 170 persen. Itu terbilang tertinggi dibanding industri lainnya.

“Jadi kalau selama ini orang mengkategorikan industry itu menjadi migas dan non-migas, maka kelak industri itu akan menjadi pariwisata dan non-pariwisata,” kata Arief yang disabut tepuk tangan audience.

Bagaimana dengan devisa? Menurut pria asli Banyuwangi ini, saat ini pariwisata masih menempati posisi ke-4 penyumbang devisa nasional atau 9,3 persen dibandingkan industri lainnya. Tapi, pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata itu tertinggi, yaitu 13 persen.

Sedangkan industri minyak gas bumi, batu bara, dan minyak kelapa sawit justru pertumbuhannya negatif. “Ini penting. Biaya marketing yang diperlukan hanya dua persen dari proyeksi devisa yang dihasilkan,” kata lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Unpad Bandung itu.

Sedangkan soal tenaga kerja yang menjadi persoalan rumit di negeri ini, ternyata pariwisata juga punya kontribusi penting dalam mengatasinya. Pariwisata  menyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan, atau sebesar 8,4 persen secara nasional dan menempati urutan ke-4 dari seluruh sektor industri.

Dalam penciptaan lapangan kerja, sektor pariwisata tumbuh 30 persen dalam waktu 5 tahun. “Itu pertumbuhan yang sangat signifikan,” ujarnya.

Arief menambahkan pariwisata itu menjadi pencipta lapangan kerja termurah, karena bisa menyediakan job opportunity hanya dengan USD 5.000 per satu pekerjaaan. “Coba banding dengan rata-rata industri lainnya yang sudah sebesar USD 100.000/satu pekerjaan,” jelas Arief.

Tokoh lain yang mendapatkan penghargaan adalah Bupati Banyuwangi Abdulah Azwar Anas dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Sedang Kementerian dan Lembaga lain yang mendapatkan awards adalah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), KPK, Kemenkeu dan Kementerian ESDM.(adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Satu Jam Bersama Mbak Puan dan Ratu Maxima..


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler