Menparekraf Sebut Ada Peluang Baru di Industri Pariwisata, Begini Caranya...

Jumat, 12 Februari 2021 – 17:02 WIB
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno. Foto dok Kemenparekraf

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno menyebut, ada peluang baru di industri pariwisata, sehingga pelaku bisnis harus berinovasi.

"Pelaku usaha harus menangkap peluang pasar wisatawan nusantara yang ingin memindahkan kegiatan mereka seperti bersekolah atau bekerja dari tempat wisata," katanya di sela aktivitasnya berkantor di Bali hadir di Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I PHRI Bali, Kamis (11/2) di Ubud.

BACA JUGA: Langkah Strategis Ini Bakal Ditempuh Sandiaga untuk Pulihkan Desa Wisata

Dia menjelaskan, memindahkan kegiatan bekerja juga bersekolah dari destinasi. Belakangan, hal tersebut memang menjadi salah satu tren di kalangan masyarakat.

Ia pun mendorong agar industri bisa melihat potensi dan peluang ini dengan baik.

BACA JUGA: Sandiaga: Masa Pandemi Ini Dapat Menjadi Momentum Bagi Pelaku Ekonomi Kreatif untuk Beradaptasi

Ia memperkirakan setidaknya ada 5.000 sampai 7.500 wisatawan dari Jabodetabek dan beberapa kota besar lainnya di Indonesia.

"Pasarnya ada. PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Pusat sudah melakukan kerja sama dengan airlines dan pihak kami, kalau sudah ada izin dari Pemprov Bali akan kita langsung eksekusi dalam promosi. Kalau bisa dieksekusi bulan Maret," kata Sandiaga.

BACA JUGA: Menparekraf-Gubernur Bali Bahas Penyelamatan Bisnis Pariwisata, Salah Satunya Pinjaman Lunak

Menurutnya, salah satu garda terdepan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif adalah PHRI. Dia menyebut, PHRI adalah mitra pemerintah dalam mempertahankan lapangan kerja dengan jumlah jutaan.

"PHRI juga bisa menangkap berbagai peluang untuk bangkit kembali," kata Sandiaga.

Sementara itu, pemerintah akan berupaya maksimal mendukung berbagai program yang akan dijalankan industri, termasuk menargetkan lebih banyak lagi pelaku usaha hotel dan restoran yang mendapatkan sertifikasi CHSE secara gratis.

"Mudah-mudahan ini menjadi satu harapan inovasi, terobosan baru untuk membangkitkan pariwisata dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya," kata Sandiaga.

Ketua PHRI Pusat, Hariyadi Soekamdani, mengatakan program bekerja atau bersekolah dari destinasi, khususnya di Bali, memang menjadi salah satu program yang akan dijalankan pihaknya dalam waktu dekat.

"Jadi konsepnya bukan liburan, tapi berkegiatan seperti bekerja atau bersekolah dari destinasi. Mereka berkegiatan tapi dengan mendapatkan suasana lingkungan yang berbeda," kata Hariyadi.

PHRI Pusat, kata dia, telah menjalin kerja sama dengan pihak maskapai. Harga yang kompetitif diyakini bisa menjadi salah satu program jangka pendek yang bisa dijalankan industri. Potensi wisatawan pun diprediksi mencapai 20 ribu lebih.

"Tinggal sekarang teman-teman di Bali untuk menangkap peluang ini. Kalau kita bisa menyajikan harga yang kompetitif, tentu ini peluang yang besar. Potensi pasar ini tentunya bisa dikembangkan ke destinasi lain ke depannya selain Bali," kata Hariyadi.

Sementara itu, Ketua PHRI DPD Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati (Cok Ace), mengatakan pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya hotel dan restoran berharap agar program diwujudkan secepatnya.

Termasuk program-program seperti pinjaman lunak, dana hibah pariwisata yang akan ditingkatkan, sertifikasi CHSE gratis, prioritas vaksinasi, dan lainnya.

"Arahan juga suntikan semangat dari Menparekraf, saya kira ini menjadi sinar di kegelapan bagi pariwisata Bali untuk menemukan harapan kita bersama. Mudah-mudahan apa yang disampaikan tadi bisa dieksekusi dalam waktu yang sesingkat-singkatnya," kata Cok Ace yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali.(mcr10/jpnn)

 


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler