Menpora Amali Harap Kontingen Indonesia Pertahankan Prestasi di SEA Games Hanoi 2021

Kamis, 31 Maret 2022 – 20:50 WIB
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali. Foto: Kemenpora

jpnn.com, JAKARTA - Kemenpora melakukan efisiensi sebanyak 43,4 persen jumlah atlet yang dikirim pada SEA Games Hanoi Vietnam 2021.

Pada SEA Games 2021 nanti, Indonesia hanya mengirim 476 atlet dari 31 cabang olahraga.

BACA JUGA: Mayat yang Ditemukan Mengapung di Sungai Ogan Ternyata Aditya Pratama

Jumlah atlet yang dikirim itu jauh lebih sedikit dibanding atlet yang dikirim ke SEA Games 2019 di Filipina, sebanyak 841 atlet dari 52 cabang olahraga.

Menpora Zainudin Amali menegaskan bahwa jumlah cabor dan atlet yang dikrim tersebut merupakan hasil hitung-hitungan tim review yang terdiri dari KONI, KOI, Pakar dan Praktisi olahraga secara objektif.

BACA JUGA: Jazni Tewas, Irjen Hendro: Kejar Pelakunya, Tangkap, Hidup atau Mati, Tak Peduli Saya

"Saya rasa cabor-cabor yang 31 ini sudah pernah berhadapan dengan tim review, sudah pernah di fit and proper, diuji oleh tim review. Sehingga meloloskan atlet dan jumlah kontingen yang seperti itu, dan seobjektif mungkin," ujar Menpora Amali.

Meski melakukan efisiensi pengiriman atlet, Menpora Amali berharap prestasi yang dihasilkan pada SEA Games 2021 nanti tetap membanggakan dan bisa mempertahankan jumlah medali yang diraih di SEA Games 2019 lalu.

BACA JUGA: Menpora Amali Umumkan 31 Cabor Kontingen SEA Games 2021

"Kita berharap dengan 72 (emas) yang lalu bisa kita pertahankan. InsyaAllah," harapnya.

Menurut Menpora Amali, efisiensi terhadap pengiriman atlet dilakukan melalui tahapan proses dan identifikasi berbasis database catatan prestasi atlet pada setiap cabang olahraga.

Selain itu, efisiensi ini juga dibuat dengan memperhatikan beberapa hal.

Salah satunya adalah cabang olahraga unggulan yang tercantum pada Desain Besar Olahraga Nasional (DBON), yakni 14 cabang olahraga. Namun, dari jumlah itu hanya 13 saja yang ikut ke Vietnam karena panjat tebing tidak dipertandingkan tahun ini.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan dengan melihat potensi medali di masing-masing cabang olahraga yang mau dikirim.

Kemudian, pertimbangan berikutnya adalah anggaran dari pemerintah yang terbatas imbas alokasi untuk pandemi COVID-19.

"Saya terlibat sehingga bisa menyampaikan seefisien mungkin karena ini harus dibiayai oleh keuangan negara sekarang konsentrasi pendanaan kita kepada pandemi COVID-19 baik penanganan kesehatannya, penanganan dampak sosialnya dan bagaimana pertumbuhan ekonomi," katanya.

Disisi lain, SEA Games merupakan sasaran antara menuju Asian Games dan olimpiade. Dengan demikian pemerintah mengirimkan 60 persen atlet junior dan 40 persen atlet senior. Ini dilakukan supaya ada pelapis atlet yang dipersiapkan di olimpiade.

"Karena sasaran utama kita adalah olimpiade. Maka komposisi atlet yang dikrim 60 persen junior, 40 persen senior. Jadi jelas konsisten kita dengan sasaran dan kemudian konsisten kita dengan pengiriman.”

“Kita bicara targetnya olimpiade. Tadi tim review sudah melaporkan dan saya minta dari awal saya minta 60 persen atlet adalah junior. Sehingga kita ada pelapis, pelapis setelah yang senior ini akan akhir masa prestasinya," katanya.

Untuk diketahui, saat berpartisipasi di Filipina, Indonesia sukses mendulang sebanyak 72 medali emas dan duduk di posisi keempat klasemen terakhir perolehan medali.

Saat itu Indonesia berada di belakang Thailand di tempat ketiga, Vietnam di posisi kedua, dan tuan rumah Filipina di urutan pertama.

BACA JUGA: Berita Duka: AKP Zulkipli Hanafi Meninggal Dunia

SEA Games Hanoi akan berlangsung pada 12-23 Mei mendatang. Total sebanyak 40 cabang akan dilombakan dan 526 nomor akan dipertandingkan.(dkk/jpnn)


Redaktur : Budianto Hutahean
Reporter : Muhammad Amjad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler