Mensos Risma Luruskan Soal Wacana Ambil Alih SLB

Senin, 18 September 2023 – 18:00 WIB
Mensos Tri Rismaharini alias Risma saat menyatakan pihaknya bukan mengambil alih pendidikan inklusif atau sekolah luar biasa (SLB) menjadi ranah Kemensos di Kantor Kemensos, Senin (18/9). Foto: Kenny Kurnia Putra/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini menyatakan pihaknya bukan mengambil alih pendidikan inklusif atau sekolah luar biasa (SLB) menjadi ranah Kemensos. 

Dia menjelaskan bahwa dirinya ingin memasukkan kurikulum yang mengajarkan anak-anak penyandang disabilitas untuk mandiri.

BACA JUGA: Bebaskan Keputusan Anak soal Pendidikan, Ahmad Dhani: Yang Penting Bahagia

“Dari kami saya terus terang tidak di tataran ambil alih,karena pasti biayanya sangat besar. Kalau (keinginan) saya, (Kemensos menanhani) untuk bidang tertentu misalkan life skill itu, kami bisa bantu,” kata Risma di Kantor Kementerian Sosial, Salemba, Jakarta Pusat, Senin (18/9)

Dia menyebut masih banyak anak-anak disabilitas yang bergantung kepada orang tuanya untuk melakukan aktivitas sehari-hari. 

BACA JUGA: Lestari Moerdijat: Peningkatan Gizi Anak Harus Menjadi Kepedulian Bersama

Menurutnya, para anak disabilitas juga membutuhkan aksesbilitas yang layak.

"Dan memang sebagian besar juga dari anak-anak di Disabilitas ini dari keluarga tidak mampu. Mereka butuh apa namanya aksesbilitas yang namanya yang layak.Nah, karena cacatnya bermacam-macam makanya kemudian saya berpikir kalau kami bisa taruhlah nanti bentuknya bukan kami ambil alih, tetapi kerjasama," lanjutnya.

BACA JUGA: Denny Caknan Umumkan Kabar Bella Bonita Hamil Anak Pertama

Sebelumnya, wacana ini terungkap saat Mensos Risma rapat kerja bersama Komisi VIII di Kompleks Parlemen, Kamis (14/9).

Risma mengaku ingin berdiskusi dengan Mendikbudristek Nadiem Makarim dan Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait penanganan anak-anak yang berada di SLB.

"Terus terang kamj juga sempat diskusi, masalah memang di SLB. Sempat kemarin terlontar di saya, saya akan coba diskusi dengan Pak Mendikbudristek juga mungkin Pak Menag, biarlah kami yang menangani untuk SLB," kata Risma.

Mantan Wali Kota Surabaya itu menyebutkan keinginan itu berdasarkan penemuannya di lapangan yang ada beberapa SLB sengaja didirikan di suatu wilayah lantaran daerah dan diisi oleh banyak penyandang disabilitas.

Risma menilai banyak permasalahan SLB di daerah karena kurang mendapatkan atensi dan kurang memberikan penanganan terhadap anak penyandang disabilitas khususnya.

"Karena memang tidak bisa disamakan, mereka punya kebutuhan-kebutuhan khusus yang memang harus kita penuhi haknya," jelas Risma.(mcr8/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Kenny Kurnia Putra

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler