Mentan Amran Ajari Awak Media Pola Tanam Jagung Unik

Sabtu, 25 Mei 2019 – 18:55 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (kanan). Foto: Kementan

jpnn.com, BARITO KUALA - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyempatkan diri meninjau lokasi lahan rawa percobaan Kementan di Balai Penelitian Lahan Rawa (Balittra) dalam kunjungan kerjanya di Kalimantan Selatan, Sabtu (25/5).

Didampingi Kepala Badan Litbang Kementan Fadjry Djufry dan beberapa pejabat lainnya, dia langsung menuju lahan yang berada di belakang gedung kantor.

BACA JUGA: Mentan Amran Optimistis Program Serasi Sejahterakan Petani

"Ini tanaman jagungnya sudah terlalu kering. Terlambat panen dan kurang terawat. Kalian saya ajari satu hal yang unik, ya," ujar Amran pada awak media yang mengikutinya.

BACA JUGA: TTIC Kementan Hadir di Bogor, Menjamin Harga Terjangkau

BACA JUGA: TTIC Kementan Hadir di Bogor, Menjamin Harga Terjangkau

Amran menjelaskan, tanaman jagung di lahan ini memang tampak kurang terawat.

Namun, bila diperhatikan, jagung tersebut ditanam dengan cukup rapat. Terdapat bagian yang telah hilang buah jagungnya. Akan tetapi, ada juga yang masih tampak jagungnya.

BACA JUGA: Demi Memudahkan Masyarakat, TTIC Kementan Hadir di Bogor

"Ini namanya pola tanam zigzag. Ini inovasi dari litbang pertanian. Produksinya per hektare bisa 24 ton. Beda dengan cara tanam biasa yang hanya 5 ton," kata Amran.

Cara bertanam ini sangat menarik dan menguntungkan bila dilakukan oleh petani, mengingat hasilnya jauh lebih besar dari pola tanam biasa.

"Bisa 3 kali lipat dari biasanya,” tegasnya.

Mentan berharap teknologi ini bisa diadopsi oleh petani dan produksi jagung dalam negeri akan semakin tinggi, bahkan mampu ekspor ke negara lainnya.

Kepala Balittra Hendri Sosiawan menambahkan, tanam zig zag akan membuat  proses fotosistensis optimal.

Sebab, sinar matahari yang menyinari tajuk jagung tidak terhambat daun jagung yang saling menaungi bila ditanam lurus.

"Sistem zig-zag punya teknologi pemupukan lahan rawa, bisa kita tingkatkan juga oleh varietasnya sehingga memiliki resposivitas tinggi," lanjutnya. (adv/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Program Kementan Mampu Tekan Inflasi dan Stabilkan Harga Pangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler