Mentan Amran Dukung Penuh Pengembangan Pertanian 4.0 di Nganjuk

Kamis, 15 Agustus 2019 – 18:04 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto dok Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendukung penuh upaya yang dilakukan Kabupaten Nganjuk untuk mengembangkan pertanian 4.0.

Hal ini disampaikan Amran saat menerima kunjungan Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat di Kementan, Jakarta, Rabu (14/8) kemarin.

BACA JUGA: Kementan Siapkan Lima Strategi Bikin Perkebunan Indonesia Jadi Primadona di Pasar Ekspor

Menurut Novi, Mentan Amran bersedia hadir dalam peresmian smart framing 4.0 di Nganjuk pada September nanti.

Bahkan, Kementan, kata Novi akan memberikan bantuan berupa bantuan benih unggul, traktor, mesin dryer, serta pendampingan teknologi. “Pak Menteri memastikan program ini akan dikawal dengan baik oleh jajaran Kementan di level bawah,” kata Novi dalam siaran pers Kementan, Kamis (15/8).

BACA JUGA: Sebelum Kena OTT KPK, Importir Bawang PT CSA Terkena Blacklist Mentan 7 Bulan Lalu

Novi menambahkan, pihaknya mendorong implementasi pertanian 4.0 di Kabupaten Nganjuk dengan mengedepankan pertanian berbasis teknologi. Harapannya, penggunaan teknologi dapat meningkatkan efisiensi, mempercepat produksi, serta meningkatkan kualitas produksi hasil pertanian.

“Kami juga sampaikan ke Pak Menteri bahwa kami akan membangun resi gudang. Pemda yang mengelola dan akan mengakomodir hasil pertaninan di Nganjuk. Tujuannya untuk menjaga kestabilan harga dan menjaga kualitas dari produksi itu sendiri,” lanjut Novi.

BACA JUGA: Lima Strategi Kementan Bikin Perkebunan Indonesia Jadi Primadona di Pasar Ekspor

Sebagai proyek percontohan, Pemkab Nganjuk akan menyiapkan lahan pertanian dengan luasan 500 hektare. Melalui proyek percontohan ini, perlahan pola pikir petani wilayah Nganjuk dapat berubah dari tradisional menjadi modern.

“Kami ingin mengajak petani kami untuk berubah dari pertanian tradisional menjadi pertanian modern. Saya selalu kampanyekan dan memberi contoh kepada petani penerapan pertanian tradisional akan semakin sulit karena buruh tani berkurang dan biayanya juga semakin mahal. Sehingga akhirnya petani juga sudah mulai berpikir bahwa dengan pertanian modern memungkinkan mereka untuk menggarap lahan lebih luas dengan biaya lebih murah,” jelas Novi.

Rencana penerapan pertanian 4.0 di Kabupaten Nganjuk sejalan dengan program pemerintah yang saat ini sedang aktif mendorong modernisasi pertanian. Sesuai dengan arahan Presiden Jokowi, modernisasi pertanian digiatkan melalui penerapan teknologi dalam kegiatan pertanian, mulai dari tahapan perbenihan, cara tanam, hingga pengolahan hasil.(cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Melejitnya Ekspor Sabut dan Arang Kelapa Indonesia


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler