Mentan Dorong Seluruh UPT Manfaatkan Lahan Tidur untuk Capai Pertanian 4.0

Senin, 27 Mei 2019 – 22:21 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bercengkerama dengan petani. Foto: Kementan

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengumpulkan seluruh Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang ada di Indonesia. Tujuannya untuk memberikan arahan guna mengoptimalkan lahan pertanian dan kebun percobaan sehingga menjadi contoh dalam membangun pertanian 4.0.

Pria kelahiran Bone ini mengatakan, instruksi tersebut diberikan agar sektor pertanian Indonesia semakin maju dan menjadi lumbung pangan dunia semakin optimis diwujudkan.

BACA JUGA: Respons PB HMI Terkait Pelibatan Petani Milenial

"Kami membayangkan seluruh UPT se-Indonesia ramai dikunjungi. Jadi betul-betul memberi memberi nilai tambah kepada masyarakat sekitarnya, bukan terjadi sebaliknya,” kata Amran, Senin (27/5).

Baca: Penyusup Aksi 22 Mei Siapkan Rompi Antipeluru Bertuliskan Polisi, Ternyata Ini Tujuannya

BACA JUGA: Mentan Minta UPT untuk Mengoptimalkan Lahan dan Kebun Percobaan

Amran mencontohkan salah satu keberhasilan pengembangan pertanian di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang menanam jagung dengan model tanam yang berbeda, produksinya mencapai 20 hingga 24 ton. Lahan jagung ini sebelumnya merupakan lahan tidur berantakan.

“Seluruh UPT harus bangunkan lahan tidur yang ada di sekitarnya. Mulai pulang nanti bangunkan ya lahan-lahan tidur, dioptimalkan dan menjadi lahan produktif,” sambung Amran.

BACA JUGA: Mentan Garap Lahan Rawa dengan Strategi Brigade Alat dan Mesin

Amran juga mengatakan, jika Balai Veteriner sukses mengembangkan sapi Belgian Blue hingga lima ekor, dapat dipastikan masyarakat juga berbondong-bondong ingin mengadopsi ternak sapi tersebut.

“Begitu juga dengan pengembadan ternak ayam kampung, harus menjadi contoh dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekitar," katanya.

Amran pun meminta seluruh kepala UPT untuk segera membangun jalan pengembangan pertanian 4.0 dengan mengoptimalkan lahan tidur. Setiap UPT setidaknya membangun satu paket bercocok tanam yang berstandar pertanian 4.0 sehingga menjadi contoh bagi pembangunan pertanian di daerah masing-masing.

Baca: Ternyata Ini Alasan Sebenarnya Polisi Menetapkan Mustofa Nahrawardaya Jadi Tersangka

"Jadi para kepala UPT yang hadir, pulang nanti harus langsung berbuat, seluruh lahan tidak boleh nganggur. Jadikan sebagai model atau contoh pertanian 4.0 yang sukses," katanya.

Kepala Biro Organisasi dan Kepegawain Kementan Abdul Halim menambahkan, rapat koordinasi ini juga bertujuan untuk mengevaluasi dan pembinaan kinerja UPT lingkup Kementan. Menurutnya, UPT memiliki peran strategis dan dituntut menyukseskan program pembangunan pertanian terutama program strategis percepatan swasembada pangan.

"Sesuai arahan Pak Menteri, kami terus mengembangkan aplikasi untuk peningkatan kinerga pegawai. Saat ini penilain kinerja sudah menggunakan aplikasi e-personal yang dinilai setiap bulan," ungkapnya. (cuy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kementan Maksimalkan Lahan Rawa Demi Wujudkan Lumbung Pangan Dunia 2045


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler