Mentan Serahkan Rp 25 Miliar untuk Korban Gempa Sulteng

Kamis, 04 Oktober 2018 – 10:56 WIB
Mentan Amran saat melepas truk berisi bantuan untuk korban gempa dan tsunami Sulteng. Foto: dok. humas Kementan

jpnn.com, MAKASSAR - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman hari ini Kamis (4/10) menyerahkan bantuan bagi korban gempa dan tsunami Donggala – Palu, Sulawesi Tengah. Bantuan senilai Rp 25 miliar itu berupa bahan pangan pokok, sandang dan berbagai bentuk bantuan lainnya sebanyak 500 truk.

Bukti kepedullian atas warga korban gempa dan tsunami yang tengah diselimuti duka, terkumpul lewat penggalangan bantuan yang diinisiasi Kementerian Pertanian (Kementan), Sahabat Rakyat Indonesia, Pemprov Sulawesi Selatan, dan para Stakeholder Kementan.

BACA JUGA: Pasha Ungu dan Viral Lagu Baku Jaga

"Ini atas arahan Presiden RI Bapak Jokowi agar para Menteri segera turun membantu korban gempa sesuai bidang masing-masint", kata Amran di Lapangan Hasanudin Makassar Kamis (4/10).

500 truk bantuan yang dikirimkan bagi korban gempa dan tsunami, dikoordinasikan melalui seluruh Direktorat dan Badan di lingkungan Kementan. Barang yang terkumpul antara lain terdiri atas perlengkapan tinggal dan bahan makanan seperti minyak goreng, ayam, telur, beras, tenda dan selimut.

BACA JUGA: Lintasarta Pulihkan Jaringan Pascagempa Palu dan Donggala

“Ini ada korban Yatim Piatu saya meminta kepada perusahaan yang hadir untuk bantu memberi perlengkapan dan kebutuhan sehari-hari," kata Amran.

Laporan sementara dari lokasi bencana, para pengungsi masih mengeluh kekurangan bahan kebutuhan pokok seperti makanan dan air. Pengiriman bantuan bahan pangan diharapkan akan memenuhi kebutuhan pengungsi, yang kini menempati lokasi pengungsian darurat. Kementan juga menjalin kerjasama dengan Sahabat Rakyat Indonesia (SRI), untuk membantu penggalangan dana bantuan dengan membuka Posko Bantuan “PEDULI GEMPA & TSUNAMI PALU-DONGGALA-SIGI-SULTENG”.

BACA JUGA: Mendarat di Palu, Jokowi Langsung Temui Korban di RS Darurat

Bantuan Pemulihan Lahan Pertanian

Selain bantuan bahan pangan bagi pengungsi, Kementan juga tengah menyusun langkah rehabiltasi terhadap lahan pertanian yang terkena dampak bencana. Tim khusus diturunkan untuk menghitung luas lahan pertanian di Sulawesi Tengah yang rusak akibat gempa dan tunami.

Kami melihat kerusakannya seperti apa. Pasti kami beri bantuan melalui APBN, bisa dengan bantuan benih dan mesin pertanian", kata Amran usai memberi kuliah umum di Universitas Negeri Padang (UNP), Rabu (3/10).

Sulawesi Tengah merupakan salah satu sentra produksi jagung. Berdasarkan data Kementan, ekspor jagung dari Sulteng sudah dimulai dari Pelabuhan Ampana, Kabupaten Tojo Una-una. Tak hanya itu, ekspor jagung dari Gorontalo juga sebagiannya berasal dari Sulteng, terutama dari Kabupaten Buol.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Propinsi Sulteng Trie Iriany Lamakampali sempat menyebutkan, luas tanam dan produksi jagung di Sulteng meningkat terus sejak 2015-2018. Menurutnya, 2018 Sulteng mampu memproduksi jagung sekitar 380.650 ton.

Perkembangan Upaya Evakuasi Korban Gempa

Dalam kesempatannya Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Nurdin Abdullah menyampaikan bahwa Sulsel menjadi penyangga untuk bantuan kemanusian Gempa-Tsunami di Palu, Donggala, dan Sigi. "Kami siapkan ambulan di Bandara untuk mendistribusikan korban-korban ke rumah sakit di Makasar," ujarnya.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (2/10) 113 jiwa masih dinyatakan hilang. Masih ada jenazah yang tertimbun di bawah tumpukan bangunan dan longsor yang belum diketahui berapa jumlahnya.

“Saat ini yang menjadi prioritas adalah upaya pencarian dan penyelamatan untuk mengevakuasi korban, dengan mengerahkan semua sumber daya manusia (SDM), mulai dari Basarnas, TNI, Polri, Kementerian hingga relawan," kata Kepala BNPB, Willem R dalam jumpa pers di Posko Satgas Penanggulangan Gempa Bumi di Palu. (jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mentan: Petarung Hebat Tidak Lahir dari Air yang Tenang


Redaktur & Reporter : Djainab Natalia Saroh

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler