Kongo Belajar Pengolahan Lahan Gambut ke Indonesia

Selasa, 30 Oktober 2018 – 21:27 WIB
Menteri Lingkungan Hidup dan Pariwisata Republik Kongo, Arlette Soudan-Nonaults dan Direktur Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Pembangunan Berkelanjutan Republik Demokratik Kongo, Jose Ilanga Lofonga. Foto: Humas KLHK

jpnn.com, BOGOR - Delegasi dari Kongo mengunjungi sejumlah kawasan di Indonesia. Kedatangan mereka ini bertujuan untuk mempelajari cara penanganan lahan gambut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Indonesia.

Delegasi yang dipimpin Menteri Pariwisata dan Lingkungan Hidup Republik Kongo Madamme Arlette Soudan Nonault ini awalnya mengunjungi Pontianak, Kalimantan Barat untuk melihat lahan gambut.

BACA JUGA: Rangkulan Menteri Siti untuk Keluarga Korban Lior Air JT610

Kemudian, kunjungan dilakukan ke lokasi International Tropical Peatland Center (ITPC) di kantor Badan Litbang dan Inovasi (BLI) KLHK, Bogor (29/10).

Menteri Arlette menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang baik dari Menteri LHK Siti Nurbaya beserta jajaran, selama kunjungannya di Indonesia.

BACA JUGA: Pentingnya Peran Media untuk Jaga Lingkungan

"Kami sangat berterima kasih dan sangat menikmati berbagai kunjungan yang dilakukan," ujar dia melalui siaran pers Kementerian LHK, Selasa (30/10).

Apresiasi juga disampaikan Menteri Arlette atas inisiatif Indonesia yang tengah membangun ITPC. "Dengan hadirnya ITPC, menjadi peluang yang sangat baik bagi kami untuk mendapat pembelajaran pengelolaan gambut di Indonesia," sambung dia.

BACA JUGA: Menteri LHK Resmikan International Tropical Peatland Centre

Dia kemudian menerangkan, Republik Kongo dan Republik Demokratik Kongo memiliki potensi hutan tropis terpanjang di dunia, dengan mayoritas lahan gambut sekitar 145.500 kilometer persegi dalam kondisi yang baik.

“Itu mencakup 17 persen wilayah daratan Kongo, dengan potensi menyerap karbon setara tiga tahun emisi gas rumah kaca dunia,” kata dia.

Untuk itu, dengan kunjungan ke Indonesia, mereka bisa berbagi, bertukar pengetahuan, pengalaman, serta menjalin kerja sama.

Indonesia, kata dia, memiliki pengalaman pengendalian kebakaran di lahan gambut dan restorasi gambut. “Indonesia memiliki banyak hal yang dapat kami pelajari. Kami ingin mengambil beberapa pelajaran dan informasi terkait pengelolaan lahan gambut," jelas Menteri Arlette.

Sementara itu, Kepala BLI Agus Justianto mengatakan, hadirnya ITPC yang sementara ini dikelola BLI KLHK, diharapkan dapat mendukung peningkatan manfaat gambut bagi konservasi dan masyarakat.

"Dalam kajian gambut, BLI KLHK telah konservasi gambut, pengelolaan air, karbon hutan, potensi keanekaragaman hayati, pengelolaan gambut berbanis tanaman lokal, serta manfaat sosial ekonomi gambut," jelasnya. (cuy/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... Pengelolaan Sampah Kota Surabaya Diapresiasi Dunia


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
KLHK   Menteri Siti  

Terpopuler