Menteri Marwan Kagum Melihat Kehebatan Ibu-ibu di Daerah Ini

Sabtu, 23 April 2016 – 17:10 WIB
Menteri DPDTT foto bersama peserta program sekolah perempuan yang diprakarsai Institut Kapal Perempuan di Kabupaten Pangkep, Sulsel, Sabtu (23/4). Kegiatan diikuti 489 anggota. FOTO: Humas DPDTT for JPNN.com

jpnn.com - PANGKEP – Bendera Merah Putih berukuran mini berkibar di ujung perahu nelayan yang melaju menerjang obak. Nurlina, pemilik perahu itu pun sangat tangkas mengemudikan perahu motor yang sehari-hari menjadi alat mencari nafkah.

Nurlina menuturkan, daya jelajah perahunya sangat luas. Hampir tiap hari dipakai mendatangi satu pulau ke pulau lain yang terhampar di Kabupaten Pangkujene Kepulauan, Sulawesi Selatan.

BACA JUGA: Wow, Yusril Siap Bela Ahok Mati-Matian untuk Satu Hal Ini

Di Kabupaten yang bertetangga dengan Maros ini terdapat 117 pulau berpenghuni dan hampir semuanya berprofesi sebagai nelayan.

Nurlina adalah salah seorang nelayan perempuan di Pulau Kulambing, Desa Mattiro Uleng, Liukang Tupabiring Utara, Pangkep.  

BACA JUGA: Pelanggar Aturan Reklamasi Harus Dihukum Supaya Kapok

“Saya sudah melaut sejak usia 13 tahun. Dulu saya terpuruk dan sekarang sudah bisa bangkit dan hidup menjadi tulang punggung keluarga,” ujar perempuan 31 tahun tersebut.

Kegigihan Nurlin dan para perempun penduduk pulau-pulau di Kepulauan Pangkep ini membuat Menteri Desa, Pembangunan Daerh Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT) Marwan Jafar kagum. Perempuan merupakan salah satu penyangga dalam program desa membangun.

BACA JUGA: GAMKI Dorong Pemuda Kreatif Hadapi MEA

Saat blusukan ke Kabupaten Pangkep, Sabtu (23/4), Marwan bercengkrama dengan para ibu-ibu yang merupakan peserta program sekolah perempuan. Kegiatan diprakarsai Institut Kapal Perempuan di Kabupaten Pangkep dan diikuti 489 anggota. Marwan berharap perempuan tidak hanya berani tampil dan bersuara, namun harus berbuat untuk hal yang bersifat produktif.

“Kami dorong terus agar perempuan di desa-desa itu produktif dan proaktif dalam pembanguna desa. Unsur perempuan harus terlibat dalam musyawarah desa, membuat program produktif seperti UMKM,  usaha bersama komunitas dan sebagainya. Sebab sudah jelas, perempuan merupakan salah satu unsur penting dalam program Desa Membangun Indonesia,” ujar Marwan.

Dalam blusukan kali ini, Marwan membawa setumpuk fotocopy SKB tiga menteri, beserta berkas contoh APBDes, RKPDes, serta laporan pertanggungjawaban kegiatan. Berkas ini menjadi bagian dari syiar Marwan kepada para kepala desa Kabupaten Pangkep yang hadir di acara tersebut.

“Sekarang dana desa sudah mulai cair untuk tahap pertama. Enggak usah rumit tinggal contoh saja dari copyan berkas yang saya bawa. Bagaimana buat RPJMDes, RKPDes. Cukup dua lembar kertas sudah jadi," ujar Marwan di hadapan para Kades se-Pangkep.

Marwan juga meminta perempuan desa ikut mengawal dan aktif bekerja dalam program dana desa.

“Dana desa sudah naik terus dari tahun ke tahun, harus digunakan pertama untuk infrastruktur. Ini wajib yang pertama. Kemudian baru untuk pembangunan sarana prasarana sosial dasar seperti puskesmas, posyandu, dan PAUD. Sedangkan ketiga untuk penguatan ekonomi lokal seperti BUMDes, kios desa dan sebagainya,” ujar Marwan.(gir/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Menko PMK: Saatnya Perempuan Ambil Bagian Tepat dan Krusial


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler