Menteri Muhadjir: Kompetensi Guru Perlu Dibenahi

Selasa, 15 Mei 2018 – 00:12 WIB
Bu Guru dan siswa di kelas. Ilustrasi Foto: dok.JPNN.com

jpnn.com, MALANG - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan, masalah regenerasi dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) menjadi hal yang perlu diperhatikan.

Lantaran, melalui dua hal tersebut, akses pemerataan kualitas pendidikan dan relevansinya dengan dunia kerja bisa diwujudkan. ”Terutama masalah tenaga pengajar,” ucap Muhadjir kepada Jawa Pos Radar Malang.

BACA JUGA: DKI Jakarta Juara Umum Lomba Kompetensi Siswa 2018

Dia mengatakan, sumber daya manusia (SDM) saat ini belum bisa merata dan kompetensinya masih perlu dibenahi. Dalam hal kompetensi, seorang guru harus memiliki standar sendiri sesuai dengan perkembangan siswa.

Selain itu, pemerataan kualitas guru juga masih jadi masalah. ”Kita kekurangan guru di wilayah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Itu menjadi masalah,” ujarnya.

BACA JUGA: 804 Peserta Kompetensi Siswa 2018 Lulus Sertifikasi

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Malang Dra Zubaidah MM menyampaikan masalah di dunia pendidikan masih sangat banyak. Apalagi, saat ini memasuki era revolusi 4.0 yang mengedepankan tekonologi informasi.

”Kami menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk meningkatkan mutu guru dan siswa dalam hal teknologi informasi,” kata Zubaidah.

BACA JUGA: Menteri Muhadjir: Tugas Kepsek Bikin Gurunya Sejahtera

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Drs Burhanuddin MPd pun berpendapat senada. Peningkatan kualitas guru bisa digenjot melalui pelatihan-pelatihan. Menurut Burhan, ada beberapa guru yang terkadang kesulitan menerima materi.

Selama ini, menurutnya, sudah banyak peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan yang diadakan sekolah dan disdik. Misalnya, peningkatan kompetensi dalam pembelajaran media dan kompetensi pembuatan media. ”Balik lagi ke gurunya, bisa tidak menerima dan menyerap isi kompetensinya,” ujar Burhan.

Dia menilai, tidak semua guru memiliki kompetensi yang sama dan sangat susah menyamaratakan kompetensi semua guru. Apalagi, ada kesenjangan umur guru yang begitu jauh. ”Ada guru muda, tengah, dan tua. Ketiganya punya cara ajar yang berbeda,” ujarnya.

Menurutnya, faktor usia memang menjadi hambatan tersendiri bagi beberapa guru. Ada yang mudah menyerap isi pelatihan-pelatihan materi yang diberikan, ada juga yang sukar. ”Kalau guru fresh graduate bisa dibentuk. Guru yang lebih berumur waktu pengajarannya unggul di penguasaan kondisi kelas,” pungkasnya. (nr2/c1/riq)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Mendikbud: Guru Harus jadi Teladan dalam Pendidikan Karakter


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler