Menteri Teten Sebut PSBB Sebabkan Pedagang Kecil Gulung Tikar

Senin, 26 Oktober 2020 – 17:48 WIB
Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki. Foto; Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki mengatakan, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) menyebabkan pedagang kecil gulung tikar.

Sebab, pedagang kecil hanya mencari makan lewat pasar paling terkecil dan mencari nafkah untuk kebutuhan harian.

BACA JUGA: Jokowi Tak Ingin Satu pun Vaksin Gagal

"Yang paling terpukul PSBB itu adalah UMKM, termasuk juga pedagang pasar dan kuliner, yang sepuluh persen UMKM kita jualan makanan dan minuman," kata Teten dalam acara Dialog Covid-19: Penerapan Protokol Kesehatan di UMKM di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Jakarta, Senin (26/10).

Teten mengatakan, pedagang kecil sangat berbeda dengan pengusaha besar.

BACA JUGA: Ini Gejala yang Dirasakan Setelah Divaksin Covid-19, Jangan Panik

Kelompok pedagang kecil tidak bisa menunda usaha karena langsung menyangkut dengan urusan perut sehari-hari.

"Jadi mereka sejak awal meskipun ada sebagian yang memang berhenti usaha karena memang terkait dengan kegiatan persekolahan, perkantoran, industri, pariwisata. Namun, ada sebagian besar memang masih bisa berusaha," kata Teten.

BACA JUGA: Jokowi Pengin Publik Tahu 3 Hal Penting dari Hasil Penanganan Covid-19

Teten juga mengatakan tidak mudah untuk menerapkan protokol kesehatan kepada kelompok tersebut.

Namun, Teten menekankan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memberikan arahan kepada UMKM sekaligus memberikan masker, hand sanitizer, dan disinfektan.

Di samping itu, Teten mengatakan ada juga daerah yang berhasil menerapkan protokol kesehatan pada UMKM. Salah satunya ialah Banyuwangi.

Pemkab Banyuwangi, kata Teten, memberikan sertifikat kepada UMKM yang taat terhadap protokol kesehatan Covid-19, lalu diberikan akses untuk berusaha.

"Mereka tidak bisa dilarang berusaha, tetapi mereka harus didorong mematuhi protokol kesehatan Covid-19," jelas dia. (tan/jpnn)

Jangan Sampai Ketinggalan Video Pilihan Redaksi ini:


Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler