Menteri Tjahjo Pilih Upacara di Long Nawan, Warga Krayan Merasa Dianaktirikan

Minggu, 16 Agustus 2015 – 23:17 WIB
Mendagri, Tjahjo Kumolo. Foto: Dokumen JPNN.com

jpnn.com - TARAKAN - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo akan memimpin upacara peringatan detik-detik proklamasi di Long Nawang, Kayan Hulu, atau wilayah perbatasan RI-Malaysia yang berada di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara. Dia tiba di Kota Tarakan pada Minggu (16/8) dan selanjutnya besok pagi akan terbang di Long Nawang.

"Upacara digelar di perbatasan untuk memperteguh rasa nasionalisme. Ini harus terus kita dengungkan, apalagi di daerah perbatasan, sangat penting mendapat perhatian dari pemerintah," ujar Tjahjo, Minggu (16/8).

BACA JUGA: Trigana Hilang, Menteri Jonan Irit Bicara, Kenapa Ya?

Tjahjo berharap dengan pelaksanaan upacara bendera di perbatasan, rasa nasionalisme masyarakat dapat terus terpelihara. Karena itu ia berharap tahun depan, upacara bendera kenegaraan yang dipimpin presiden juga dapat dilakukan di tengah-tengah masyarakat.

"Mungkin tahun depan upacaranya, kalau saya punya pendapat tidak di Istana. Kalau di lapangan terbuka bersama dengan rakyat lebih bagus. Tapi untuk kali ini memang hanya saya (yang diizinkan menggelar upacara di perbatasan, Red.)," ujar Tjahjo.

BACA JUGA: Menteri Jonan Tugasi Anak Buah ke Lokasi Trigana Ditemukan

Namun sayangnya, Mendagri tidak sempat melihat langsung kondisi masyarakat perbatasan di Krayan yang masih mengalami krisis pangan lantaran dilarangnya mereka membeli sembako dari Serawak Malaysia oleh Tentara Malaysia.

Kepala Adat Krayan Induk, Yagung Bangau yang mendengar kabar kedatangan Mendagri ke Long Nawang mengaku kecewa lantaran tidak memprioritaskan kedatangannya ke Krayan, yang notabene kondisinya semakin terpuruk.

BACA JUGA: Ini Crisis dan Call Center Hilang Kontak Trigana Air yang Bisa Dihubungi

“Kami kecewa karena seharusnya Mendagri ke Krayan. Jika negara ini tidak mengakui kami, maka kami juga tidak mengakui negara ini,” kesal Yagung yang merasa daerahnya dianak-tirikan oleh pemerintah pusat.

“Apakah Krayan ini salah satu daerah perbatasan yang masuk NKRI atau tidak. Kami sangat kecewa, harapan kami pak menteri ke Krayan untuk melihat langsung kondisi kami. Pak menteri harus melihat harga bahan pokok di Krayan. Krisis pangan di Krayan sangat parah,” keluhnya kepada Radar Tarakan (Grup JPNN.com), Minggu (16/8).

Bahkan sekarang, lanjut Yagung, satu-satunya jalan perbatasan yang menjadi harapan warga Krayan untuk membeli sembako ke Malaysia, sudah ditutup tentara perbatasan.

“Kami tidak bisa apa-apa. Benar jika ada ada yang mengatakan Garuda di dada perut kami di Malaysia. Harapan kami Garuda di dada, perut kami di Indonesia,” ujarnya.

Meski demikian, tokoh Krayan ini berharap Mendagri benar-benar mendengar keluhan warga di Krayan agar mereka juga bisa merasakan yang namanya Kemerdekaan di negeri sendiri.(doo/gir/ris/jpnn)

 

BACA ARTIKEL LAINNYA... STOP PRESS: Lokasi Trigana Ditemukan! Ternyata...


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler