Merasa Ditipu, Jemaah Umrah Tuntut Uang Kembali

Minggu, 15 April 2012 – 12:07 WIB
BALIKPAPAN - Perseteruan antara jamaah yang gagal berangkat umroh melalui PT Aulia Azza Pratama (PT APP) masih belum ada jalan keluar. Pada Senin (11/4) lalu, Komisi IV memanggil Kementerian Agama (Kemenag) Balikpapan dan manajemen PT APP untuk mengklarifikasi soal batalnya pemberangkatan 179 jamaah umroh. Sayangnya, tak satupun perwakilan PT APP yang hadir. Versi PT APP, mereka berencana memberangkatkan 176 jamaah, namun belum terlaksana karena ada berbagai kendala.

Nah, Sabtu (14/4) kemarin, jamaah yang batal umroh ngeluruk ke kantor cabang PT APP di Jl Barcelona III Blok E-1 Bumi Nirwana Km 5 Balikpapan. Mereka menuntut agar uang pembayaran umroh segera dikembalikan. “Saya kembali ke Balikpapan tanggal 6 April karena di sana sudah semakin ribut, sampai salah seorang penyelenggara (umroh, Red) bernama H. Sirri sempat pukul-pukul dada menggertak jamaah,” beber Eni (42).
 
Selain Eni, dua jamaah lain yang menuntut uang umroh dikembalikan yakni Santi (39) dan Andi Nugroho (39). Ketiga orang ini bersama ratusan jamaah lainnya diberangkatkan ke Jakarta oleh PT APP pada 28 Maret 2012 lalu dan dijanjikan langsung bertolak ke Jeddah sehari setibanya di Jakarta. Kenyataannya, ratusan jamaah tadi diinapkan di pondokan Graha Wisata Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan tidak ada kepastian untuk diberangkatkan.

Akhirnya sebagian di antara para jamaah tadi memilih pulang karena masa cuti kerjanya habis dan tidak tahan dengan ketidakpastian keberangkatan dari PT APP.

Lucunya soal tak diberangkatkannya ratusan jamaah umroh itu, Ruby, staf PT APP saat dikonfirmasi Balikpapan Pos beralasan tertundanya pemberangkatan sampai batas waktu yang belum ditentukan karena penginapan di Jeddah full booking. Namun penjelasan itu dibantah keras Kepala Kemenag Balikpapan, Syaifi.

Ternyata kemarin, karyawati PT APP yang lain Vivi, punya alasan baru soal tak adanya kepastian pemberangkatan umroh.

”Saat ini kami masih menunggu sampai kurs rupiah stabil. Kami juga tegaskan bahwa kami bukan penipu. Memang ada sejumlah jemaah yang membayar murah sebesar Rp15 juta saja, akan tetapi itu karena mereka kami ikutkan dalam bookingan ticket rombongan keluarga kami yang berjumlah sekira 115 orang,” ungkap Vivi.

Dijelaskannya, ratusan jamaah haji yang berangkat umroh oleh PT APP itu merupakan keluarga besarnya. Sebagian lainnya berasal dari masyarakat yang memang berminat melaksanakan ibadah umroh.

Soal biaya umroh yang murah sehingga banyak masyarakat yang tergiur, Andi Nugroho pernah membeberkan, PT APP mengiming-imingi adanya subsidi karena si owner PT APP mendapat rezeki di bidang batu bara. Selain itu, PT APP menjanjikan tur ketiga Negara di Timur Tengah pasca Umroh yakni Yordania, Turki, dan Kairo.

Kembali Eni mengungkapkan, dirinya memilih kembali ke Balikpapan setelah kericuhan antara sejumlah jamaah dan PT APP di Jakarta semakin memanas karena tak kunjung ada kepastian keberangkatan ke Jeddah.

Dari dalam dompet, Eni menunjukkan struk pengiriman biaya umroh ke rekening milik Nur Aulia Nurmufida, SH sebesar Rp 11 juta yang ditransfer tanggal 3 Maret. “Pokoknya kami akan menuntut agar semua uang yang kami keluarkan segera dikembalikan,” tegas Eni.

Masi di kantor cabang PT APP, Andi Nugroho menambahkan, sebenarnya kericuhan antara jamaah dengan PT APP terjadi sejak tanggal 24 Maret.

“Waktu itu pimpinan PT. AAP sempat dikepung jemaah yang sudah mendesak agar mereka segera diberangkatkan. Dari situ saya sudah mulai curiga, akan tetapi kami sudah terlanjur membayar biaya umroh kepada mereka,” beber Andi.

Ia melanjutkan, karena pihak PT. AAP merasa takut kericuhan pada tanggal 24 itu sampai tercium media massa di Balikpapan, makanya mereka segera berinisiatif untuk memberangkatkan mereka ke Jakarta. “Dengan harapan agar mereka dapat diisolir di sana,” pungkas dia. (bp8)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Usai Gempa, Ada Kepala Ular Berlafaz Innallah

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler