Mesra di Lebaran Betawi, Ahok dan Lulung Sudah Berdamai

Senin, 15 September 2014 – 09:11 WIB
Basuki Tjahaja Purnama (kanan) bersama dengan Abraham Lunggana (kiri) saat penutupan Lebaran Betawi di Monas, Minggu (14/9). Haritsah Almudatsir/Jawa Pos/JPNN.com

jpnn.com - Konflik antara Wakil Gubernur DKI Basuki T. Purnama (Ahok) dan Wakil Ketua DPRD DKI Lulung Abraham Lunggana mulai mencair. Minggu (14/9) dua politikus itu berusaha menunjukkan kemesraan di depan warga Jakarta yang hadir di acara Lebaran Betawi di Silang Timur Monas.

Ahok tiba lebih dulu di panggung utama pada pukul 10.00. Lulung datang setengah jam kemudian. Mereka duduk di barisan pertama panggung utama. Saat naik panggung, Lulung menyalami satu per satu tamu di bangku depan. Ketika Lulung tiba di depan Ahok, mereka bersalaman, cium pipi kiri dan kanan serta berbisik-bisik.

BACA JUGA: Hari Ini PDIP dan PPP Serahkan Nama

Puluhan warga yang menyaksikan pemandangan tersebut langsung bersorak dan bertepuk tangan. Ahok dan Lulung balas melempar senyum kepada pengunjung. Lulung akhirnya duduk di barisan depan, sederet dengan Ahok.

Sorakan warga kembali terdengar saat Ahok naik panggung. Ketika melewati bangku Lulung, Ahok balas menyalami Lulung. Aksi tersebut membuat suasana siang itu semakin meriah. ’’Pak Lulung adalah teman baik saya. Dia sparring partner saya terus setiap hari,’’ seloroh Ahok setelah mengucapkan salam pembukaan.

BACA JUGA: Temui Ahok, Wabup Bogor Bawa Pulang Rp 12,5 M

Saat ditanya mengenai perseteruan politik di antara mereka, Ahok menuturkan bahwa sudah tidak ada masalah. ’’Dia teman gue kok. Ini kan Lebaran, sudah baik-baik,’’ katanya. Lantas, apa yang mereka bicarakan saat berbisik-bisik? Ahok tersenyum. Dia mengaku hanya berkelakar soal mobil Lamborghini milik Lulung yang sempat mendapat sorotan tajam. ’’Gue bilang mau pinjam mobil Lamborghini dia,’’ ungkapnya sambil berlalu.

Sementara itu, Lulung juga berupaya menyembunyikan perang urat saraf dengan Ahok. Menurut Lulung, Ahok sudah mengklarifikasi komentarnya di media soal penolakannya terhadap rencana perubahan pemilihan kepala daerah. Tetapi, Lulung rupanya belum puas dengan pengakuan Ahok.

BACA JUGA: Wakil Bupati Bogor Terima Rp 12,5 M dari Ahok

’’Meski dia sudah ngomong di media, saya minta tetap klarifikasi ke dewan,’’ ujarnya. Kalau Ahok sudah klarifikasi ke dewan, sakit hati karena komentar Ahok bakal terobati. ’’Kalau menolak revisi UU MD3, dia jangan bawa-bawa DPRD. Hentikanlah bahasa-bahasa yang jelek,’’ tuturnya.

Ahok dan Lulung memang dikenal bak musuh bebuyutan. Mereka sering terlibat perseteruan di media. Salah satunya, Ahok dan Lulung pernah berseteru soal penataan PKL Tanah Abang. Kini mereka bertikai mengenai RUU pilkada. Ahok menolak RUU pilkada yang bakal mengembalikan kewenangan pemilihan kepala daerah kepada dewan. Saat itu Ahok menyebut anggota DPRD dengan kata-kata yang memanaskan telinga para wakil rakyat itu. Ahok menyebutkan bahwa pilkada melalui DPRD akan membuat kepala daerah menjadi sapi perahan dewan.

Di sisi lain, Lulung bahkan mengancam akan membinasakan karir politik Ahok. Lulung juga termasuk salah seorang anggota dewan yang mendukung agar Ahok diinterpelasi dan dilaporkan kepada polisi.

Lantas, apakah kemesraan mereka mengandaskan rencana tersebut? Lulung buru-buru menampik. ’’Belum tentu. Anggota DPRD kan masih bahas itu. Pak Ahok nggak usah sungkan lah, nggak usah minta maaf, cukup klarifikasi saja,’’ cetusnya. (bad/co1/oni/c20/any)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kebakaran di Cawang, 155 KK Kehilangan Tempat Tinggal


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler