Miris, Siswa Dayung Perahu Sendiri ke Sekolah

Senin, 03 April 2017 – 15:28 WIB
Siswa harus menyeberang sebelum ke sekolah di Jayapura. Foto: JPG

jpnn.com, JAYAPURA - Untuk menempuh pendidikan di Kampung Engros dan Tobati yang letaknya di kawasan Teluk Youtefa, Papua memang tidak mudah.

Pasalnya, sampai saat ini, memang belum ada bangunan sekolah di wilayah tersebut.

BACA JUGA: Wakatobi 100 Persen UN Berbasis Kertas dan Pensil

Anak-anak terpaksa menyeberang untuk menempuh pendidikan di bangku sekolah di SD Inpres Tobati yang letaknya di bawah kaki Bukit Skyline.

Setiap hari mereka yang bersekolah di SD itu berjalan kaki atau naik perahu maupun speedboat.

BACA JUGA: 1,3 Juta Siswa Ikut Ujian Nasional, Ini Pesan Mendikbud

Misalnya, yang terlihat pada Sabtu (1/4). Begitu pukul 11.00, peserta didik mulai keluar dari ruang kelas.

Satu per satu, setelah mencium tangan ibu-bapak guru, mereka lantas menuju dermaga kecil yang terbuat dari kayu.

BACA JUGA: 9.829 SMK Laksanakan UNBK, Salam Jujur dan Berprestasi

Sambil menunggu speedboat datang, ada sebagian anak-anak yang memilih mandi.

"Biasa kami begini kaka. Kalau speed-nya terlambat datang, kami mandi dengan pakaian ganti yang telah disediakan dari rumah," kata Melinda, siswa kelas VI.

Siswa yang bercita-cita jadi dokter tersebut menuturkan, untuk ke sekolah, biasanya bangun pukul 05.00 WIT.

Setelah mandi dan sarapan, Melinda menunggu speedboat di Dermaga Enjrous untuk ke sekolah.

"Kadang juga saya naik perahu kaka. Kalau speed-nya tak datang-datang, saya takut terlambat," ungkapnya.

Lain halnya dengan Albert. Untuk pergi ke sekolah, siswa kelas VI tersebut mendayung perahu kole-kole atau menumpang perahu katinting milik sahabatnya, anak Papua Nugini yang kini tinggal di Enjrous.

"Seperti ini terus kami kaka. Kalau hujan deras, kami tidak pergi ke sekolah karena takut basah. Kalau memilih ke sekolah, seragam sekolahnya pasti kami simpan dalam tas," jelasnya dengan polos.

Setiap hari para guru terus memotivasi peserta didik untuk tetap pergi ke sekolah demi masa depan mereka. (elfira/tri/c24/ami/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Didik 50 Ribu Peserta, Kemenhub Anggarkan Rp 300 miliar


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag

Terpopuler