Misi Mulia Gunadi Riding Hingga Himalaya

Senin, 19 November 2018 – 20:53 WIB
Gunadi saat menyelesaikan riding hingga Himalaya. Foto: Dedi Sofian

jpnn.com, JAKARTA - Berpetualang menggunakan sepeda motor ke negara-negara lain untuk mengharumkan nama bangsa menjadi tujuan utama bagi para riders tanah air. Hal itulah yang dilakukan Gunadi saat menyelesaikan misinya mengibarkan bendera Indonesia di Himalaya, Nepal.

Tak sekadar mengibarkan bendera, pria yang tergabung dalam komunitas Free Riders Indonesia itu juga ingin mengenalkan kepada riders di dunia bahwa bikers Indonesia pun bisa menjelajah dunia menggunakan motor.

BACA JUGA: Motor Rakitan Semarang Digeber Jakarta - Himalaya

"Misi utama saya adalah membawa nama Indonesia untuk lebih dikenal lagi di kalangan bikers dunia. Sekaligus untuk memberikan gambaran kepada mereka bahwa biker Indonesia bisa menjelajah dunia menggunakan motor," ujar Gunadi di acara Sobar Rider Adira Finance di Pondok Indah Mall II, kemarin.

Menurut Gunadi, pihaknya sangat bangga karena ada riders Indonesia ke Himalaya langsung riding menggunakan motor. Biasanya, kata Gunadi, kebanyakan orang menggunakan jasa travel untuk ke Himalaya.

"Biasanya orang-orang ke Himalaya ada paket-paket dan ke sana juga menggunakan pesawat. Dan mungkin belum ada bikers Indonesia yang langsung riding untuk melihat langsung bentuk salju seperti apa," kata Gunadi

Gunadi melakukan perjalanan dengan menggeber motor Viar Vortex 250 seorang diri. Meskipun menggunakan motor yang belum banyak digunakan oleh orang lain. Namun, Gunadi mengaku tidak mengalami masalah sama sekali.

"Jujur saja saya tidak pernah melakukan servis besar selama perjalanan saya menggunakan motor ini. Saya hanya ganti oli saja. Saya yakin motor yang saya bawa ini tangguh untuk sampai ke Himalaya," tegas Gunadi.

Perjalanan Jakarta-Himalaya, Gunadi menjelaskan melewati enam negara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, Myanmar, Nepal dan India dengan jarak 15.000 km dari 26 Agustus 2018 hingga 28 Oktober 2018.

Dari berbagai negara yang dia lewati hanya Myanmar yang paling sulit, mulai dari perijinan hingga medan jalan.

"Myanmar itu negara paling rumit pertama jalanannya berdebu banget dan perijinan memang terlalu ketat sehingga saya harus mengurus Visa. tapi itu semua bisa dilalaui olehnya," tegasnya.

Selain itu, Gunadi mengatakan, cukup kaget dengan perusahaan pembiyaan seperti Adira Finance yang mendukung touring solo rides. Menurutunya, ini merupakan satu-satunya pembiyaan yang mensupport event seperti ini. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Gunadi   Himalaya  

Terpopuler