Motivasi Milik Partenopei

Sabtu, 11 Agustus 2012 – 06:36 WIB
BEIJING - Juventus menerima kenyataan pahit menjelang final Supercoppa Italiania (Piala Super Italia). Sang allenatore, Antonio Conte, diskors 10 bulan oleh Komite Disiplin FIGC (Federasi Sepak Bola Italia) akibat keterlibatannya dalam skandal pengaturan skor dan judi sepak bola alias Scommessopoli.

Itu berarti Conte absen mendampingi Juve sepanjang musim ini mengingat hukumannya baru berakhir 9 Juni 2013. Direktur teknik akademi Juve Massimo Carrera telah ditunjuk sebagai karteker. Carrera bahkan sudah menjalankan tugasnya saat Juve menang 2-0 atas Malaga dalam uji coba pramusim (4/8).

Berhadapan dengan Napoli di Stadion Nasional Beijing (siaran langsung AnTV pukul 18.50 WIB) pun tidak membuat Carrera nervous. "Saya sudah berpengalaman bekerja sama dengan Antonio (Conte) sehingga bukan masalah ketika harus menggantikan keberadaannya," ungkapnya dalam sesi komnferensi pers kemarin sebagaimana dilansir Tuttosport.

Carrera menjelaskan apabila dirinya hanya melanjutkan program yang sudah ada. "Saya tidak akan melakukan sesuatu berdasarkan inisiatif saya sendiri, melainkan hanya meneruskan apa yang telah kami kerjakan setiap harinya," jelas pelatih 48 tahun itu. 

Absennya Conte juga tidak terlalu berpengaruh terhadap para pemain Juve. Apalagi dua penggawa Nyonya Tua yang tersandung Scommessopoli, Leonardo Bonucci dan Simone Pepe, divonis bebas. Keduanya juga berada dalam skuad di Beijing.

"Saya bahagia dan memberikan selamat untuk Leonardo dan Simone karena . Sedangkan untuk sanksi yang diterima pelatih (Conte), saya yakin masih ada perjuangan selanjutnya karena saat ini baru keputusan di fase awal," kata kapten Juve Gianluigi Buffon kepada Football Italia.

"Saya tidak berpikir sanksi pelatih adalah sumber motivasi kami karena tanpa itu, kami memang harus memenangkan Supercoppa sekaligus membalas kekalahan di final Coppa Italia," sambungnya.

Jenderal lapangan tengah Juve Andrea Pirlo malah memiliki motivasi berbeda. "Saya ingin mempersembahkan kemenangan untuk fans di Tiongkok karena ini adalah kali pertama saya berada di negeri ini," tutur pemain yang pernah memenangi Supercoppa bersama AC Milan pada edisi 2004 itu.

Kubu Napoli tidak mau kalah. Kapten tim Paolo Cannavaro mengatakan apabila Supercoppa tahun ini mengingatkannya pada edisi 1990 atau dalam penampilan perdana klub asal Naples tersebut. Hasilnya, Partenopei " sebutan Napoli " di bawah komnado Diego Maradona sukses menghajar Juve dengan skor telak 5-1.

"Kami sangat termotivasi membawa pulang gelar ke Naples seperti yang dilakukan pendahulu kami," kata Cannavaro kepada Mediaset.

"Kami juga akan berusaha bermain menghibur karena sepak bola indah sekaligus upaya memperbaiki citra sepak bola negeri kami," sambung adik kandung mantan kapten timnas Italia, Fabio Cannavaro, tersebut.

Perhelatan Supercoppa di Beijing memang bukan kali pertama atau kali ketiga setelah edisi 2009 dan 2011. Tapi, ada yang baru dengan edisi tahun ini. Yakni, keputusan FIGC menggunakan asisten wasit di garis gawang seperti yang dilakukan UEFA.

Dua asisten wasit yang ditugaskan pun termasuk pengadil lapangan ternama Italia, masing-masing Nicola Rizzoli dan Paolo Tagliavento. Sedangkan wast utama adalah Paolo Silvio Mazzoleni yang ditemani Renato Faverani dan Andrea Edoardo Stefani di pinggir lapangan plus Paolo Bergonzi sebagai ofisial keempat sekaligus wasit cadangan. (dns)


BACA ARTIKEL LAINNYA... Dugem Sampai Teler, Atlet Belgia Dipulangkan

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler