Mowilex Raih Sertifikasi Netral Karbon Keempat Beruntun

Kamis, 08 Desember 2022 – 14:30 WIB
Mowilex mendukung proyek energi terbarukan seperti Burgos Wind Project di Filipina. Foto: EDC Burgos Wind Power Coporation

jpnn.com - JAKARTA - PT Mowilex Indonesia meraih sertifikasi netral karbon dari Climate Impact Partners. Ini merupakan keempat kalinya secara beruntun.

Mowilex telah menyelesaikan evaluasi lingkup 1, 2, dan 3 yang mengikuti protokol Gas Rumah Kaca (GHG) global.

BACA JUGA: Mowilex Jadi Perusahaan Pertama Tersertifikasi Netral Karbon di Indonesia

Anak perusahaan dari Asia Coatings Enterprises itu konsisten menjadi perusahaan manufaktur pertama yang tersertifikasi netral karbon di Indonesia.

Mowilex memperoleh sertifikasi keempat dengan mencatat pengurangan dan kompensasi karbon yang signifikan selama 12 bulan.

BACA JUGA: Mowilex Sabet Penghargaan Golden Property Awards The People’s Choice

Mowilex juga telah memulai beroperasi di berbagai fasilitas sembari pindah ke pabrik baru Cikande yang hemat energi dan akan mengurangi jejak karbon perusahaan hingga tujuh persen.

"Sertifikasi netral karbon keempat kami yang berturut-turut ini menunjukkan komitmen Mowilex terhadap lingkungan dan masyarakat. Sebagai perusahaan yang beretika, kami tahu biaya tersembunyi dari polusi lebih besar dari biaya dan tantangan untuk melakukan hal yang benar,” kata CEO PT Mowilex Indonesia Niko Safavi.

BACA JUGA: Pasang Panel Tenaga Surya, Mowilex Pangkas Emisi Karbon dan Dukung EBT

“Kami bangga menjadi manufaktur bersertifikasi netral karbon pertama di pasar kami. Kami juga senang melihat perusahaan cat pemula yang menguraikan strategi nol emisi,” imbuhnya.

Pada November, Mowilex memasang kanopi tenaga surya yang secara permanen memangkas emisi karbon di kantor pusat perusahaan hingga 30 persen.

Panel tersebut menaungi kendaraan yang terparkir sembari menghasilkan keluaran tenaga surya maksimum yang diizinkan oleh peraturan perusahaan listrik negara saat ini.

“Dengan mengurangi emisi, Mowilex turut membantu Indonesia mencapai target 25 persen energi terbarukan pada 2030 dan nol karbon pada 2060,” ujar Head of Sustainability Mowilex Tania Wakhidah Ariningtyas.

"Kami juga mendukung kompensasi karbon di negara berkembang, melalui dua proyek yang disertifikasi oleh Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim," imbuh Tania.

Di perkebunan SPM Thailand, sistem pengolahan air limbah yang efisien menurunkan emisi metana sambil menangkap biogas yang menjadi bahan bakar mesin penghasil listrik.

Adapun di Proyek Angin Burgos, ladang angin terbesar di Filipina, ada 50 turbin yang menghasilkan listrik bersih, menciptakan lapangan kerja, sekaligus mempromosikan pendidikan lingkungan.

“Sertifikasi netral karbon Mowilex yang keempat ini menunjukkan konsistensi kepemimpinan mereka dalam ruang berkelanjutan. Karena mereka berdedikasi setiap tahun untuk meniadakan jejak karbonnya dengan proyek kompensasi yang bermanfaat bagi lingkungan,” ujar Dave Jonas, Manajer Layanan Global SCS, penyedia layanan sertifikasi netral karbon. (*/jpnn)


Redaktur & Reporter : Mufthia Ridwan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler