jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno memulai rangkaian Roadshow 'MPR Goes to Campus' untuk mengampanyekan urgensi transisi energi dalam upaya mencegah dampak krisis iklim serta menciptakan ketahanan energi nasional.
Titik pertama di 2025 ini dimulai dari Universitas Esa Unggul, dan akan terus dilanjutkan ke kampus-kampus di seluruh Indonesia.
BACA JUGA: Eddy Soeparno: Retreat Kepala Daerah, Ajang Menyamakan Persepsi Kejar Target 8 Persen
Menurut Eddy, roadshow MPR Goes to Campus ini fokus pada upaya membangun kesadaran di kalangan civitas academica tentang urgensi transisi energi.
"Kualitas udara di Jakarta tidak baik-baik saja. Kenaikan suhu terjadi di kota-kota besar, seperti Depok, Bogor dan Semarang. Banjir Rob mengancam saudara-saudara kita di pesisir. Ini bukan lagi sekadar climate change, tetapi sudah menjadi climate crisis, dan karena itu harus dihadapi dengan manajemen krisis," paparnya.
BACA JUGA: PPN 12 Persen Hanya untuk Barang Mewah, Eddy Soeparno: Bukti Konsistensi Prabowo
Menurut doktor ilmu politik ini, salah satu upaya menyelamatkan lingkungan dengan udara yang sehat adalah dengan mempercepat transisi energi menuju energi terbarukan.
Dia mengungkapkan saat ini Indonesia masih memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap energi fosil, seperti batu bara dan minyak bumi.
BACA JUGA: Eddy Soeparno Bicara Peran Strategis Prabowo untuk Dunia Islam Saat Bertemu Sekjen OKI
Sementara bauran energi terbarukan hanya 13,9 persen.
Padahal, Eddy menyebut potensi energi terbarukan di Indonesia mencapai 3.700 GW.
"Indonesia diberikan potensi luar biasa dari energi terbarukan mulai dari matahari, angin, arus laut hingga panas bumi. Namun sampai saat ini belum mampu dimanfaatkan," lanjutnya.
Karena itu, melalui Roadshow MPR Goes to Campus ini, Eddy mengajak kampus dan kelompok akademis untuk memberikan kontribusi inovasi dan pemikiran untuk percepatan transisi energi.
"Kampus adalah pusat riset dan pengembangan inovasi-inovasi terbaru. Dari kampuslah lahir temuan-temuan baru yang harapannya bisa kemudian diimplementasikan dalam kebijakan," terangnya.
Karena itu, kata Eddy, ke depan pihaknya akan terus mendorong kampus memberikan hasil riset dan inovasi dalam bidang energi terbarukan kepada pengambil kebijakan.
"Di sisi lain saya juga akan mendorong agar pemerintah melibatkan kampus dalam perumusan hingga pengambilan kebijakan yang benar-benar science based," pungkas Anggota DPR Dapil Jawa Barat III Kota Bogor dan Cianjur ini. (mrk/jpnn)
Redaktur : Sutresno Wahyudi
Reporter : Sutresno Wahyudi, Sutresno Wahyudi