MPR: Perlu Strategi yang Terukur dan Konsisten Dalam Pengendalian Covid-19

Senin, 20 Juli 2020 – 20:16 WIB
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. Foto: Humas MPR

jpnn.com, JAKARTA - Pemerintah diminta segera menggunakan strategi yang terukur dan konsisten dalam pengendalian Covid-19 di Tanah Air.

Strategi dan kebijakan yang konsisten dalam pengendalian Covid-19, akan mempermudah para pemangku kepentingan di sejumlah sektor mengambil keputusan.

BACA JUGA: Lestari MPR: Menjalankan Protokol Kesehatan Harus Jadi Kebiasan Baru

“Yang dibutuhkan sejumlah pihak saat ini adalah kepastian atau setidaknya perkiraan yang didasari atas pencatatan yang konsisten,” kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Senin (20/7).

Menurut Rerie, sapaan akrab Lestari, saat ini Indonesia memang ramai dibicarakan karena angka kasus Covid-19 yang tidak kunjung turun.

BACA JUGA: Wakil Ketua MPR RI Terpukau Sama Teknologi Pertanian Buatan IPB

Berdasarkan data dari Worldometers.info hingga Minggu (19/7), yang terpapar Covid-19 di dunia sudah mencapai lebih dari 14 juta kasus.

Indonesia mendapat sorotan khusus mengingat kasus positif Covid-19 kini jauh melampaui negara penyebar pertama, Tiongkok.

BACA JUGA: Pasien Covid-19 di Kota Jayapura Bertambah

Hingga Sabtu (19/7), Indonesia memiliki 84.882 kasus positif virus korona. Sedangkan Tiongkok pada hari yang sama tercatat memiliki 83.660 kasus positif korona.

Perbedaannya antara lain, positivity rate di Tiongkok 0,1 persen, namun angka positivity rate Indonesia terbilang tinggi yaitu 12,2 persen. Karena berdasarkan WHO idealnya positivity rate di bawah 5 persen.

Terus meningkatnya kasus positif Covid-19 di Tanah Air, menurut Rerie, yang juga Legislator Partai NasDem itu, menimbulkan pertanyaan sejumlah kalangan, kapan pandemi Covid-19 berakhir di wilayah Nusantara.

Sangat disayangkan, tambah Rerie, sejumlah ahli saat ini tidak mampu menjawab pertanyaan itu, dengan alasan data yang diperolehnya seringkali berubah.

Menurut Rerie, pilihan pendekatan dalam penghitungan data Covid-19 dan kedisiplinan masyarakat yang masih rendah dalam menjalankan protokol kesehatan, menjadi salah satu yang dikeluhkan para ahli epidemiologi. 

Hal itu, menurut Rerie, menyebabkan data yang diperoleh para ahli tidak memadai untuk memprediksi kemungkinan di masa datang.

Kondisi tersebut, tegasnya, juga membuat pemangku kebijakan di sektor lain kesulitan untuk mengambil kebijakan.

Berdasarkan kenyataan itu, Rerie berharap, pemerintah menggunakan sistem yang konsisten dalam memproses data penanggulangan Covid-19, selain terus mendisiplinkan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan.

Konsistensi dalam memproses data dan mendisiplinkan masyarakat jalankan protokol kesehatan, menurut Rerie, memungkinkan sektor lain seperti sektor ekonomi bergerak untuk mendorong pertumbuhan.(jpnn)


Redaktur & Reporter : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler