MUI Pastikan Lebaran Serentak

Selasa, 06 Agustus 2013 – 14:50 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) memastikan lebaran 2013 serentak pada Kamis 8 Agustus depan. Meskipun begitu Ketua MUI Ma"ruf Amin menyatakan prosesi sidang isbat tetap wajib dilakukan untuk pengambilan keputusan penetapan 1 Syawal 1434 Hijriyah.

Di tengah kabar menggemberikan karena lebaran akhirnya kompak itu, Ma"ruf mengutarakan sedikit kekecewaannya. Yakni munculnya kabar bahwa pihak Pengurus Pusat Muhammadiyah tidak bakal menghadiri undangan Kementerian Agama (Kemenag) untuk mengikuti sidang Isbat, Rabu 7 Agustus nanti.

BACA JUGA: Jamin Sarana dan Prasaran Hadapi Mudik dan Arus Balik

"Masyarakat jangan memandang ini sebagai tidak kekompakan umat muslim di Indonesia," kata dia.
 
Ma"ruf mengatakan pihak MUI menyambut baik proses sidang isbat  yang dijalankan Kemenag. Dia menuturkan bahwa sidang isbat itu menjembatani dua mekanisme penetapan kalender bulan (hijriyah). Seperti penetapan 1 Ramadan dan 1 Syawal.
 
"Fatwa MUI (tahun 2004, red) sudah jelas penetapan kalender Hijriyah menggunakan sidang isbat," tandasnya.
Dalam sidang itu akan menilai dua sistem. Yakni sistem hisab atau perhitungan kondisi bulan, sebagaimana diterapkan Muhammadiyah. Selain itu sidang isbat juga mempertimbangkan sistem rukyatul hilal (mengamati bulan secara langsung). Penggabungan dua sistem penetapan kalender hijriyah ini sering disebut imkanur rukyah.
 
Meskipun sudah bisa dipastikan lebaran tahun ini serentak, Ma"ruf menegaskan pemerintah tidak boleh menghapus proses sidang isbat. "Sidang isbat ini ibaratnya tata krama. Tidak ujuk-ujuk," ujar anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu.
 
MUI juga menyinggung urusan pembagian zakat atau sedekah yang kerap berjalan ricuh di sejumlah tempat. "Zakat memang wajib dan menyempurnakan ibadah puasa kita," katanya. Pelaksanaan pembagian zakat atau sedekah hendaknya dilakukan dengan perencanaan yang baik. Misalnya meminta bantuan aparat kepolisian supaya tertib. Atau paling aman dititipkan ke lembaga penyalur zakat dan sedekah.
 
MUI juga berharap supaya pemerintah, khususnya aparat kepolisian dapat menjamin keamanan dan kenyamanan umat Islam dalam merayakan idul fitri. Mulai dari saat perjalanan mudik, malam takbiran, hingga saat salad idul fitri di lapangan-lapangan, masjid, dan tempat-tempat lainnya.
 
Kepada para khatib yang memimpin salat idul fitri, MUI menghimbau senantiasa menebarkan salam dan perdamaian. "Baik di dalam negeri maupun di luar negeri," tandasnya. Selain itu juga mendorong peningkatan keimanan dan ketaqwaan, serta memperbanyak silaturahmi. Kemudian juga dianjurkan menebarkan semangat peningkatan persatuan dan kesatuan sesama warga bangsa. (wan)

BACA JUGA: PGI: Pembom Vihara tak Hormati Umat Islam

BACA JUGA: Komunikasi ke Konstituen Kikis Stigma Negatif Anggota Dewan

BACA ARTIKEL LAINNYA... Anggaran Mudik Gratis Belum Habis


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler