Muktamar PKB di Bali: Muhaimin Iskandar Ketum Lagi, Siapa Kandidat Sekjen?

Rabu, 21 Agustus 2019 – 15:48 WIB
Muhaimin Iskandar kembali terpilih dan ditetapkan sebagai ketua umum DPP PKB periode 2019-2024. Foto: Ist

jpnn.com, NUSA DUA - Muktamar Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 2019 yang berlangsung di Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, 20-22 Agustus kembali menetapkan Abdul Muhaimin Iskandar sebagai ketua umum DPP PKB periode 2019-2024.

Muhaimin sapaan Gus AMI terpilih secara aklamasi dan ditetapkan sebagai ketua umum dalam Sidang Pleno ke-4 yang dipimpin Ida Fauziah dan Saifullah Maksum, Rabu (21/8) dini hari.

BACA JUGA: Jokowi: Apa Alasan PKB Gelar Muktamar di Bali?

Pantauan JPNN, penetapan Gus AMI dilakukan setelah mendengarkan pemandangan umum DPW PKB dari 34 provinsi. Semua DPW PKB dalam pemandangan umumnya, selain menerima Laporan Pertanggungjawaban terhadap DPP PKB Periode 2014-2019, mereka juga mengajukan nama Muhaimin Iskandar untuk kembali ditetapkan sebagai ketua umum PKB.

Saat ini, setelah Muhaimin ditetapkan sebagai Ketua Umum PKB, peserta Muktamar mulai membicarakan mengenai siapa kandidat Sekjen PKB lima tahun ke depan.

BACA JUGA: Muhaimin: Terima Kasih Bu Mega, Saya Tetap jadi Anak Ibu

BACA JUGA: Muhaimin: Terima Kasih Bu Mega, Saya Tetap jadi Anak Ibu

Mengenai kandidat Sekjen ini terdapat dua aspirasi yang berkembang yakni ada aspirasi agar Muhammad Hanif Dhakiri kembali dipilih menjadi Sekjen. Tetapi ada juga aspirasi yang menghendaki agar dilakukan pergantian Sekjen PKB.

BACA JUGA: Alhamdulillah, Bersama Pak Jokowi Suara PKB Meningkat

Ketua DPW PKB Jawa Tengah KH Yusuf Chudlori alias Gus Yusuf membenarkan adanya aspirasi dari kader PKB untuk mempertahankan Hanif sebagai Sekjen karena dinilai berprestasi. Tetapi, kata Gus Yusuf, ada juga aspirasi lain yang ingin agar terjadi pergantian Sekjen mengingatkan banyak kader yang memiliki kemampuan.

BACA JUGA: Jokowi: Saya Bingung, Semua Sudah Diborong Ketum PKB

“Kami menyadari Pak Muhaimin selaku mandataris tunggal Muktamar, nanti akan menentukan siapa sekjen yang dianggap nyaman dan bisa mendukung kerja beliau,” kata Gus Yusuf saat konferensi pers, Rabu (21/8).

Gus Yusuf optimitis Muhaimin akan menentukan yang terbaik siapa Sekjen PKB untuk lima tahun mendatang.

“Saya yakin beliau (Cak AMI, red) akan mendengar aspirasi DPC dan DPW karena Sekjen nanti akan jadi perpanjangan tangan dari Ketum sebagai pelayan secara administratif untuk di tingkat daerah,” kata Gus Yusuf.

Terpisah, Ketua DPW NTT Yucundianus Lepa menyerahkan pengangkatan Sekjen PKB kepada Muhaimin Iskandar selaku Ketum terpilih.

“Soal Sekjen PKB, kami serahkan kepada Ketum,” kata Yucun sapaan Yucundianus Lepa.

Namun demikian, Yucun menilai Hanif Dhakiri layak dipertahankan sebagai Sekjen PKB karena berhasil menjalankan program digitalisasi yang menjadi program unggulan DPP PKB.

Yucun menegaskan posisi Sekjen tetap menjadi kewenengan sepenuhnya Ketum Muhaimin.

Yucun berharap pada Muktamar PKB di Bali ini dapat mempertimbangkan kader terbaik dari PKB NTT untuk masuk nominasi struktur DPP PKB Periode 2019-2024.

“Dengan melihat keberhasilan PKB NTT dalam perolehan suara dan kursi legislatif pada Pemilu 2019 lalu, maka perlu mempertimbangkan kader terbaik PKB NTT dalam struktur DPP,” kata Yucun.

Menurut Yucun, pada Pemilu 2019, PKB NTT berhasil meraih dua kursi DPR RI, 7 kursi DPRD NTT, dan 73 kursi DPRD kabupaten/kota. “Artinya, masyarakat NTT memberikan kepercayaan kepada PKB,” kata Yucun.

Pergantian Sekjen

Sementara itu, Ketua DPW PKB Sulawesi Tenggara (Sultra) Usman Sadikin mendorong posisi Sekjen DPP PKB dijabat oleh kader dari wilayah. Menurut Usman, pergantian Sekjen sangat penting terhadap kaderisasi di internal partai.

"Soal Sekjen kami usul diisi kader dari pengurus wilayah sehingga ada kaderisasi. Terpenting kandidatnya telah menunjukkan kerja nyata bagi partai," ujar Usman, Rabu (21/8) di lokasi Muktamar PKB, di The Westin Hotel, Nusa Dua, Bali, Rabu, 21 Agustus 2019.

Terpenting lagi kata Usman, kandidat Sekjen adalah kader yang setia terhadap partai. Bagi Gus Imin, kata Usman tidaklah sulit mencari kader seperti itu.

"Ketum Gus Imin pasti tahu siapa saja kader-kader yang bekerja keras dan setia terhadap partai," imbuhnya.

Usman pun menyebut sejumlah nama yang laik menjadi kandidat Sekjen. Antara lain, Jazilul Fawaid (Ketua DPP PKB demisioner/Ketua Fraksi MPR periode 2014-2019), Ahmad Iman (Wakil Sekjen DPP PKB demisioner), Usman Sadikin (Ketua DPW PKB Sultra), dan Hanif Dhakiri (Sekjen DPP PKB demisioner/Menteri Tenaga Kerja).

Wakil Sekjen PKB demisioner, Daniel Johan meyakini kepengurusan PKB mendatang akan lebih beragam karena akan diisi kader-kader partai yang mewakili kekuatan masyarakat dari berbagai latar belakang.

Meskipun kepengurusan PKB menjadi hak prerogatif Gus Imin sebagai mandataris Muktamar, namun yang bersangkutan akan meminta masukan dari para kader partai.

"Meskipun kepengurusan menjadi hak prerogatif mandataris Muktamar, tapi Cak Imin akan meminta masukan dari para kader, sehingga kepengurusan nanti menjadi kuat dan bisa membesarkan PKB secara maksimal," ujarnya.

Dia memperkirakan akan ada kejutan-kejutan dalam kepengurusan PKB 2019-2024, karena akan muncul tokoh-tokoh baru yang selama ini cinta PKB tapi belum menjadi pengurus.

Dia mengatakan, DPW dan DPC PKB menilai apa yang dilakukan Gus Imin di periode 2014-2019 telah meningkatkan suara partai secara signifikan, dalam hal jumlah suara dan jumlah kursi di parlemen. Peningkatan jumlah kursi tersebut kata dia bukan hanya di DPR RI, namun di DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.(fri/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Muhaimin Iskandar Terpilih Aklamasi Jadi Ketum PKB 2019-2024


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler