Musim Baru Ligue 1 Prancis Dimulai Dini Hari Nanti, Covid-19 Masih Menghantui

Jumat, 21 Agustus 2020 – 21:40 WIB
Paris Saint Germain, juara Ligue 1, Piala Liga Prancis dan Piala Prancis musim lalu. Foto: ANTARA FOTO/REUTERS/Christian Hartmann/pras.

jpnn.com, PARIS - Musim baru Ligue 1, kompetisi sepak bola kasta tertinggi di Prancis, akan dimulai Sabtu (22/8) dini hari WIB di tengah kondisi pandemi COVID-19 masih menghantui.

Tiga klub besar di Prancis tidak akan ambil bagian pada akhir pekan pembukaan, salah satunya Paris Saint Germain (PSG) yang akan berlaga pada final Liga Champions di Lisbon, Portugal, pada Senin (24/8) dini hari WIB.

BACA JUGA: Ligue 1 Dihentikan, PSG Juara Prancis

Lyon juga masih mengistirahatkan pasukannya setelah tampil pada fase gugur Liga Champions, dan Marseille masih berurusan dengan kasus COVID-19 yang membuat laga mereka melawan St Etienne harus ditangguhkan.

Pertandingan di Stade Velodrome antara Marseille kontra St Etienne itu semestinya akan menjadi pertandingan pembukaan musim yang disiarkan di bawah kesepakatan baru dengan televisi.

BACA JUGA: PSG Vs Saint-Etienne: Lihat Aksi Neymar yang Berbuah Kejayaan Timnya

Kesepakatan itu diharapkan menjadi pendongkrak pemasukan klub-klub setelah perekonomian mereka terganggu setidaknya dalam lima bulan terakhir.

Kontrak lima tahun liga dengan Mediapro asal Spanyol memberikan dana 1,153 miliar euro kepada 20 klub setiap musimnya.

BACA JUGA: Angkat Trofi Piala Liga Prancis, PSG Raih Tiga Gelar Domestik

Pendapatan yang dinanti-nanti setelah musim lalu ditangguhkan pada Maret dan kemudian dihentikan, di saat liga-liga besar Eropa lain kemudian dilanjutkan dan menyelesaikan kompetisinya.

Bagaimanapun situasinya, para penggemar akan disuguhi laga antara Bordeaux menjamu Nantes pada Jumat, pertandingan yang kurang atraktif dibandingkan final Liga Europa yang berlangsung beberapa jam setelahnya, dan pada akhir pekan klub Prancis berpeluang menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya sejak 1993.

Penangguhan pertandingan Marseille melawan St Etienne yang digeser ke 17 September terjadi setelah empat pemain Marseille dinyatakan positif COVID-19, ketika gelombang kedua pandemi mengancam Prancis.

Pada Sabtu, Toulouse menjadi kota Prancis pertama yang mewajibkan penggunaan masker di luar ruangan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus.

Kota terpadat peringkat ketiga di Prancis, Lyon, mengatakan penggunaan masker akan diwajibkan di beberapa area mulai Sabtu. Pendekatan tersebut telah diterapkan di ibukota, Paris.

Sementara itu lebih dari separuh klub divisi teratas Prancis memiliki kasus positif COVID-19, total mencapai 40 pemain. Hal itu mempengaruhi persiapan mereka dan menyebabkan pembatalan sejumlah laga pramusim.

Salah satu pemain tersebut adalah kapten Nantes Abdoulaye Toure, yang timnya mencatatkan tujuh kasus COVID-19 sejak akhir bulan lalu namun tetap akan memainkan pertandingan pembukaan musim.

Pada Rabu, Montpellier mengumumkan kasus COVID-19 ketujuh yakni pencetak gol terbanyak musim lalu Andy Delort. Sedangkan pertandingan Nimes melawan Brest pada Minggu juga berpeluang ditunda setelah mereka mencatatkan empat kasus baru pekan ini.

"Klub-klub sangat khawatir," kata direktur Ligue 1 kepada AFP.

"Kami khawatir karena tidak dapat mengeluarkan mobil kami dari garasi selama tiga bulan, dan ketika kami melakukannya kami kembali ke jalan untuk kemudian harus dihentikan setiap 100 kilometer."

Protokol kesehatan dan medis setebal 57 halaman telah disiapkan liga yang dirancang untuk membatasi kontaminasi sebaik mungkin.

Para pemain akan dites dua sampai tiga hari sebelum masing-masing pertandingan, dan pertandingan wajib ditangguhkan jika terdapat empat kasus di klub yang sama dalam periode delapan hari. Hal inilah yang diterapkan pada Marseille dan berpeluang terjadi pula pada Nimes.

"Bahkan dengan niat baik, sistem medis terbaik, kontrol terbaik, kami memiliki risiko yang tidak tergantung kepada kami dan bahkan dapat menimbulkan potensi membahayakan," kata salah satu presiden klub.

Dengan risiko seperti itu, sebagian penggemar akan diizinkan untuk menyaksikan pertandingan-pertandingan secara langsung. Pemerintah Prancis membatasi maksimal 5.000 orang dalam satu stadion, sudah mencakup para pemain kedua tim, staf kepelatihan, dan staf organisasi.

Meski demikian, sejumlah kelompok penggemar mengatakan adanya peraturan itu berarti mereka tidak akan menyaksikan pertandingan secara langsung.

Ancaman virus menghantui apa yang semestinya menjadi musim baru yang menggembirakan, menyusul gebrakan klub-klub Prancis di Liga Champions dan sejumlah klub, seperti Lyon, Marseille, dan Monaco bertekad menggoyang status quo.

Bagaimanapun PSG juga tidak akan mengendur setelah mereka mengamankan treble domestik pada musim lalu, dan bertekad memenangi gelar liga kesepuluhnya. Saat ini satu-satunya klub Prancis yang telah mengoleksi sepuluh gelar liga adalah mantan raksasa St Etienne. (afp/antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Adek

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Ligue 1   PSG   Lyon   Marseille  

Terpopuler