Naik 47 Persen, Ebitda Lippo Karawaci Mencapai Rp 1,9 Triliun

Rabu, 19 Mei 2021 – 13:30 WIB
Lippo Karawaci. Ilustrasi Foto: lippokarawaci.co.id

jpnn.com, JAKARTA - PT Lippo Karawaci Tbk membukukan earning before interest, taxes, depreciation, and amortization (ebitda) sebesar Rp 1,90 triliun pada 2020.

Angka itu naik 47 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,30 triliun.

BACA JUGA: Pra-Penjualan Lippo Karawaci Naik 45 Persen

Pertumbuhan Ebitda memberikan dampak positif sebesar Rp 633 miliar terhadap penghasilan Lippo Karawaci pada 2020.

Pada 2020, emiten berkode LPKR itu juga berhasil membukukan total pra-penjualan sebesar Rp 2,67 triliun.

BACA JUGA: Lippo Karawaci All Out Menyukseskan Vaksinasi, Ini Angkanya

Angka itu nnaik 45 persen secara year on year (yoy) dan meningkat tujuh persen di atas target perusahaan.

Pada 2021, LPKR menargetkan pra-penjualan sebesar Rp3,5 triliun. Target itu diharapkan dicapai dengan beberapa peluncuran rumah tapak yang baru.

CEO LPKR John Riady mengatakan, meski dilanda pandemi covid-19, perusahaannya membukukan kinerja yang baik di sektor properti pada 2020.

“Saya yakin 2020 titik balik bisnis properti yang divalidasikan oleh suksesnya peluncuran unit di Lippo Village,” kata John, Rabu (19/5).

Dia menambahkan, seluruh unit yang ditawarkan pada peluncuran habis dalam kurun beberapa jam.

“Di lini recurring revenue, Siloam menunjukkan pertumbuhan ebitda kuat yang didukung perbaikan margin berkat bantuan dokter dan perawat yang berada di garda terdepan dalam mengatasi covid-19,” ujar John.

Dia tidak memungkiri bisnis recurring revenue yang lain mengalami dampak buruk akibat dari pandemi covid-19.

“Namun, kami sudah mulai bisa melihat pemulihan bisnis serta kehidupan yang mendekati normal,” ujar John. (jos/jpnn)


Redaktur & Reporter : Ragil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler