Nama Ahok Jelek Sekali, Sapa Saja dengan Panggilan Pak Basuki

Selasa, 11 Juli 2017 – 19:43 WIB
Basuki T Purnama alias Ahok (menggendong anak kecil) saat kampanye Pilkada DKI 2017 di kawasan Cililitan, Jakarta Timur. Foto: dokumen JPNN.Com

jpnn.com, JAKARTA - Boleh percaya atau tidak, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ternyata punya peruntungan yang buruk dengan nama panggilannya. Sebab, nama Basuki Tjahaja Purnama yang bermakna bagus, justru direduksi dengan panggilan Ahok.

Itulah penilaian psikolog dan pakar restrukturisasi nama, Ni Kadek Hellen Kristy, S.Psi, M.Ed, CHt, CI. Menurutnya, nama Basuki Tjahaja Purnama sangat bagus dan memiliki kekuatan harmoni hingga 90 persen.

BACA JUGA: Relawan Desak Anies-Sandi Bersihkan Pemprov DKI dari Loyalis Ahok

Namun, saat nama itu diganti dengan panggilan Ahok, ternyata efeknya menjadi buruk. Sebab, Ahok meniadakan makna positif dari Basuki Tjahaja Purnama.

"Nama Ahok itu jelek banget. Kekuatan nama Basuki Tjahaja Purnama jadi tenggelam pamornya. Ahok enggak bagus,” ujar Kadek seperti diberitakan JawaPos.Com, Selasa (11/7).

BACA JUGA: Unik Banget, Ultah Jokowi, Ahok, dan Djarot Berurutan

Heleni -sapaan akrab Kadek- menegaskan, panggilan Ahok itu sama halnya Joko Widodo menjadi Jokowi. Nama Joko Widodo yang artinya bagus, justru tereduksi karena menjadi Jokowi.

“Begitu pula dengan nama Jokowi. Ibaratnya Ahok enggak bagus pertama, dan nama Jokowi enggak bagus kedua," sambung Heleni.

BACA JUGA: Shanty: Ketemu Pahlawan, Jagoan saya, Ahok..

Berdasar perhitungan Heleni yang menggunakan pendekatan transpersonal psikologi, mantan gubernur DKI kelahiran 29 Juni 1966 itu justru mengalami inharmon karena menggunakan Ahok sebagai nama panggilan. Akibatnya, Ahok memanen pengkhianatan dan terjebak pada persoalan besar.

"Sehingga dari hasil perhitungan saya, masalah itu membuat Ahok di ambang batas normal yang dapat menyebabkan kehancuran signifikan. Jangan lagi sebut nama Ahok," kata Heleni.

Padahal nama Basuki Tjahaja Purnama membentik harmoni yang baik dengan kode yang positif. Subjek mampu mengaktualisasi diri dengan optimal. Dengan kreativitasnya, subjek mampu memanfaatkan peluang besar.

"Sapa dia saja dengan Pak Basuki sebagai panggilannya, itu saran saya. Sehingga jangan dipanggil Pak Ahok lagi. Sama seperti Pak Joko Widodo, jangan panggil Jokowi lagi," tutur gadis Bali itu.(cr1/JPG)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Kunjungi Ahok di Tahanan, Shanty Dapat Tanda Tangan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler