NASA Teliti Dunia Alien di Luar Sistem Tata Surya

Temukan Planet Baru Bertanda Kehidupan

Sabtu, 05 Februari 2011 – 06:00 WIB

WASHINGTON - Kehidupan alien (makhluk asing di angkasa luar) boleh jadi bukan sekadar karangan atau isapan jempolBadan Aeronautika dan Angkasa Luar AS (NASA) terus menelusuri kemungkinan adanya kehidupan alien tersebut

BACA JUGA: 2.154 Laptop Rakitan dari SMKN 56

Itu terjadi setelah lembaga tersebut menemukan dunia baru yang punya tanda-tanda kehidupan dan bisa ditinggali seperti bumi.
 
Teleskop milik NASA yang berada di orbit (garis bumi di tata surya) menemukan 54 planet potensial yang tampaknya berada dalam zona hunian
Planet-planet itu berada di luar tata surya kita selama ini.
 
Setelah selama setahun mengamati gugusan kecil sebuah galaksi, teleskop Kepler milik NASA berhasil menemukan 1.235 planet di luar tata surya kita

BACA JUGA: Meski Buta Tetap Bisa Nyetir

"Yang menakjubkan, 54 di antara planet-planet itu agaknya berada dalam zona yang ramah kehidupan
Tidak terlalu panas atau tidak terlalu dingin," terang William Borucki, kepala ilmuwan Kepler, Kamis lalu (3/2).
 
Hingga saat ini, hanya ada dua planet di luar tata surya kita yang dianggap berada di zona kehidupan (goldilocks zone)

BACA JUGA: Bocah 12 Tahun Bisa Buat Antivirus

Tapi, temuan dua planet itu masih diperdebatkan
 
Borucki memang belum memastikan bahwa 1.235 benda angkasa yang baru ditemukan tersebut adalah planetTapi, dia menyatakan bahwa planet-planet itu telah diverifikasi 80 persenSeorang astronom malah meyakini bahwa temuan Kepler bisa 90 persen akurat.
 
Selanjutnya, diperlukan langkah besar lain untuk membuktikan bahwa planet-planet tersebut memiliki kondisi-kondisi dasar yang mendukung kehidupanMisalnya, ukuran yang tepat, komposisi, temperatur, dan jarak dari bintangYang lebih detail dari tanda-tanda kehidupan itu adalah kondisi atmosfer serta adanya air dan karbon.
 
Menurut Borucki, meski sebuah planet berada di zona kehidupan, tidak berarti ada kehidupan di sanaPlanet Mars bisa menjadi contohBahkan, jika memang ada kehidupan di planet tersebut, kemungkinannya bukan makhluk yang pintarNamun, bisa berupa bakteri, jamur, atau bentuk kehidupan lain yang belum pernah dibayangkan orang.
 
Semua benda angkasa yang ditemukan teleskop Kepler itu berada dalam galaksi Milky Way, tapi jaraknya memang sangat jauhButuh berjuta-juta tahun perjalanan ke sana dengan memakai teknologi saat ini.
 
Kendati begitu, kata astronom, temuan Kepler tersebut bisa diaplikasikan untuk mengkaji bintang-bintang yang lebih dekat dengan bumi atau tata surya"Anak cucu kita yang kelak harus memutuskan langkah berikutApakah mereka ingin ke sana" Atau cukup mengirimkan robot," papar Borucki dalam jumpa pers di markas NASA.
 
Sebelumnya, planet di luar sistem tata surya berjumlah 519 buahItu berarti Kepler mampu menemukan jumlahnya lipat tigaTemuan tersebut diperoleh setelah teleskop Kepler memantau sekitar seperempat ratus langit malam"Planet-planet itu juga diperkirakan beberapa ratus kali lebih besar (daripada bumi)," terang Borucki.
 
Astronom Yale University Debra Fischer, yang tidak termasuk tim Kepler tapi pakar lain NASA, menilai informasi tersebut bisa memberikan pijakan lebih kuat terkait dunia lain yang punya kehidupan"Saya merasakan hal yang berbeda saat ini, setelah mengetahui temuan Kepler, dibandingkan sepekan lalu," katanya

Astronom lain, Lisa Kaltenegger dari Harvard University, menyebut temuan tersebut sebagai kabar yang bagusKepler juga menemukan bahwa ada banyak planet yang relatif lebih kecil dibanding planet raksasaPara astronom berpendapat bahwa sebuah planet harus solid "berbatu seperti bumi atau Mars" agar kehidupan dapat berkembangPlanet-planet yang sangat besar mungkin tidak solid dan sangat rawan terhadap gas yang sangat besar seperti Jupiter
 
Sebanyak 68 planet yang ditemukan Kepler punya ukuran sama dengan bumiSebanyak 288 planet tak sampai dua kali lipat ukuran bumi sehingga dianggap masih berada di zona kehidupan optimalHanya 54 planet yang berada di zona kehidupan yang mendekati ukuran bumi"Sisanya mendekati ukuran Neptunus atau Jupiter," jelas Borucki.
 
Planet yang termasuk dalam zona kehidupan dan zona hunian harus berjarak cukup jauh dari bintangJadi, planet tersebut bisa memiliki cairan atau air di permukaannyaNASA berpendapat, suhu zona hunian berkisar 0 derajat hingga 200 derajat Fahrenheit (-17 derajat hingga 93 derajat Celsius)
 
Teleskop Kepler diluncurkan pada 2009 dan berada di orbit di antara bumi dan MarsTeleskop itu memerlukan waktu untuk menemukan planet-planet baru dan mengidentifikasi merekaPara ilmuwan Kepler sangat ketat serta teliti dalam memastikan benda angkasa sebagai planetDi antara 400 kandidat planet yang diumumkan tahun lalu, hanya sembilan temuan Kepler yang dikonfirmasi sebelum Kamis lalu(AP/c5/dwi)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Polisi Kejar Pembuat Crop Circle


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler