NasDem Pilih Bubar Andai Tak Bisa Realisasikan Janji

Senin, 17 Maret 2014 – 10:51 WIB

jpnn.com - JAKARTA - Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh menghabiskan hari pertama masa kampanye terbuka di Kota Palembang, Sumatera Selatan, Minggu (16/3). Didampingi Sekretaris Jendral Partai NasDem, Rio Patrice Capella, Paloh memimpin kampanye yang digelar di Lapangan Benteng Kuto Besak.

Dalam orasi politiknya, Paloh menyampaikan tentang 10 program aksi yang bakal diperjuangkan seluruh kader NasDem di parlemen nanti. Paloh menjamin bahwa program aksi itu bukanlah janji manis masa kampanye belaka.

BACA JUGA: Demi Memuluskan Pencapresan Jokowi

"Kalau tidak bisa laksanakan apa yang sudah menjadi visi misi dan program, kita harus bubarkan diri. Kita harus bubarkan sebelum dibubarkan," kata Paloh melalui siaran pers, Senin (17/3).

10 program aksi NasDem di antaranya terdiri dari subsidi pertanian, pendidikan sampai subsidi langsung tunai kepada keluarga miskin sebesar Rp 1 juta per bulan. Selain itu, NasDem juga menjanjikan pembangunan infrastruktur, 10 juta lapangan kerja baru setiap tahun, 100 ribu beasiswa pertahun bagi siswa SMA, kenaikan gaji bagi PNS dan TNI/Polri dan membangun bidang pertahanan dan keamanan agar menjadi salah satu yang terkuat di Asia.

BACA JUGA: Gerindra Pamer Kekuatan di GBK

Lebih lanjut Paloh mengingatkan masyarakat akan buruknya kinerja eksekutif dan legislatif hasil pemilu sebelumnya. Ia mengajak masyarakat untuk melupakan partai-partai lama yang sudah terbukti gagal mengemban amanat rakyat. "Kita harus menutup buku lama dan membuka buku baru," tegasnya.

Kampanye ini dihadiri sekitar ribuan kader dan simpatisan Partai NasDem. Acara sempat diwarnai aksi lempar gayung oleh panitia kampanye dan pengurus DPW NasDem Sumsel kepada simpatisan dan kadernya. Tak pelak, sekitar 8.000 kader dan simpatisan Partai NasDem yang berada di bawah panggung saling berebutan ketika aksi tersebut dilakukan. Meski mereka saling berebutan gayung, namun tak membuat suasana kampanye NasDem ricuh.

BACA JUGA: Kampanye, Jokowi tak Singgung Pencapresannya

Lempar gayung mulai beraksi ketika penyanyi dangdut, Kristina bernyanyi lagu "Digoyang". Penyanyi dangdut Kristina memang digaet oleh Partai NasDem untuk mendampingi Surya Paloh selama kampanye.(dil/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Jadikan Pileg Momentum untuk Gulirkan Perubahan


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler