Nasi Bancakan: Makan Ala Wong Ndeso yang Kini Jadi Tren

Selasa, 18 Juli 2017 – 06:02 WIB
Sego Besek Cik Gembrot. (GHOFUUR EKA/JAWA POS)

jpnn.com - Bancakan atau makan nasi secara ramai-ramai dalam satu wadah merupakan salah satu tradisi di Indonesia. Biasanya, bancakan dilakukan saat mengadakan selamatan atau syukuran.

Mulai selamatan pernikahan, ulang tahun, hingga tahlilan atau kirim doa. Nasi beserta lauk-pauknya dihidangkan di atas lembaran daun pisang, kemudian disantap bersama-sama di tempat itu juga. Suasana kekeluargaan dan cerminan sikap gotong royong terdapat dalam tradisi bancakan.

BACA JUGA: Pemain Asing Ini Mulai Jatuh Cinta Kuliner Indonesia

Nah, bancakan kini menjadi tren. Belakangan banyak resto dan kafe yang menawarkan menu nasi bancakan. Konsep yang dibuat pun tidak jauh berbeda dengan nasi bancakan ala wong ndeso. Misalnya, di restauran Angling Darmo di Hotel Grand Darmo Suites Surabaya.

Nasi bancakan di sana diberi nama Nasi Keroyokan (dalam Bahasa Indonesia artinya nasi rebutan) yang disajikan untuk sepuluh orang. Nasi liwet dihidangkan di atas tandu bambu yang telah dilapisi daun pisang.

BACA JUGA: Belajar Masakan Indonesia-Filipina Ala Ekspat Australia

Kemudian, atasnya diberi beraneka lauk-pauk dengan bumbu-bumbu tradisional yang bikin ngiler. Yuniar Agung, executive chef Grand Darmo Suites Surabaya, menuturkan bahwa masakan khas Indonesia sengaja dipilih supaya dekat dengan lidah masyarakat.

’’Hal ini membuktikan bahwa makanan tradisional Indonesia juga bisa berkualitas dengan presentasi yang bagus, bukan hanya masakan western. Porsinya yang superbesar mendekatkan kita dengan kerabat dan keluarga,’’ kata Yuniar.

Ada lagi menu nasi bancakan di Kooffee Plus Roof Bar di G-Suites Hotel Surabaya. Namanya, Nasi Krawukan. Konsepnya juga masih memegang adat tradisional Jawa.

Meski namanya terdengar ndeso, yang datang ke sini berbagai kalangan lho. Mulai sosialita hit, pegawai kantoran, sampai keluarga yang sedang berkumpul.

Tidak perlu jaim alias jaga image, cara makannya pun langsung di wadah itu. ’’Biasanya, kalau makan, pelanggan langsung meng-krawuk di tempatnya itu tanpa piring lagi. Jadi terasa sangat seru,’’ ungkap Rio Cahyono, senior chef departie G-Suites Surabaya.

Menyiapkan menu dalam porsi sebesar itu tidak boleh asal. Pelanggan harus memesan setidaknya H-1. Menu nasi bancakan akan disiapkan sekitar 30 menit sebelum pelanggan tiba.

’’Kalau terlalu lama, nasi dan lauknya nggak hangat lagi dan menjadi kering. Rasanya jadi kurang nikmat,’’ kata Yuniar. Kita bisa juga request menonton chef menata nasi bancakan.

Kalau malas bikin acara di resto dan ingin bancakan di rumah, kita bisa order secara online. Banyak yang menyediakan jasa membikin menu rame-rame tersebut.

Salah satunya, Sego Besek Cik Gembrot. Nasi bancakan bisa diantar dan ditata di lokasi sesuai pesanan. Bahkan, warung online itu pernah menerima pesanan sebanyak 150 pak!

’’Sekarang orang lebih suka yang nuansanya akrab. Acara apa pun bisa (dibuatkan nasi bancakan),’’ kata ungkap, owner Sego Bancakan Cik Gembrot. (adn/c20/na)


Redaktur & Reporter : Adil

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler