Nasril Diterkam Buaya, Kondisinya Bikin Merinding

Rabu, 17 Februari 2021 – 07:54 WIB
Kepala Resor KSDA Agam, Ade Putra sedang memasang jerat untuk menangkap buaya di Sumgai Batang Masang, Selasa (16/2/2021). Foto: ANTARA/Yusrizal

jpnn.com, AGAM - Nasril (50) warga Jorong Muaro Putuih, Nagari Tiku Limo Jorong, Kacamatan Tanjungmutiara, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, dilaporkan hilang saat mencari rumput di tepi Sungai Batang Masang tidak jauh dari rumah korban, Jumat (11/2).

Jasad korban ditemukan tim gabungan berasal dari BPBD Agam, SAR, BKSDA dan lainnya pada Jumat (12/2) pagi dalam kondisi kaki korban dan organ tubuh lainnya hilang.

BACA JUGA: Edi Marwan Diserang Buaya, Basrial Turun Tangan, Terjadi Hal yang Tak Diduga

Berdasarkan keterangan beberapa warga, dua hari sebelum korban dilaporkan hilang, warga melihat ada oknum warga yang berasal dari luar Nagari Tiku Limo Jorong meracuni sungai dengan cairan.

Ini dengan tujuan untuk mendapatkan ikan dan udang di lokasi kejadian.

BACA JUGA: Ancam Keselamatan Anak-Anak, Buaya Raksasa Dibantai Warga

Dua hari setelah itu, tambahnya beberapa kali terlihat buaya mengapung dan bereaksi dipermukaan air dengan menghempas dan membalik-balikan badannya tepat di tempat kejadian.

Tempat korban mengambil rumput di pinggir sungai merupakan daratan tergenang air dan berawa.

BACA JUGA: Gus Nur Satu Sel dengan Ustaz Maaher di Rutan Bareskrim, Ungkap Hal Mengejutkan

Serta juga ditemukan beberapa bekas tempat satwa buaya berdiam diri, yang diduga merupakan sarangnya.

Menyikapi kejadian itu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat, melalui Resor Agam, memasang lima jerat untuk menangkap buaya muara (Crocodylus porosus) yang diduga menyerang Nasril.

"Lima jerat itu kita pasang dengan cara diikat ke pohon di sekitar sungai, Selasa (16/2) sore dan diberi umpan berupa organ tubuh ayam," kata Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Agam, Ade Putra di Lubukbasung, Selasa (16/2).

Jerat dipasang di lima titik. Titik pertama sekitar 300 meter lokasi tempat korban diserang satwa liar yang dilindungi Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

Sedangkan titik kedua dengan jarak sekitar 300 meter dari titik pertama.

Untuk tiga titik lainnya, tambahnya, jerat itu dipasang di lokasi jasad korban ditemukan sekitar 700 meter dari lokasi korban diserang.

"Di lokasi jasad korban ditemukan, kita (KSDA Agam) memasang tiga jerat," katanya.

Ia menambahkan, jerat itu dipasang sampai tujuh hari kedepan.

Jerat itu bakal dipantau setiap hari oleh petugas, untuk memastikan buaya memakan umpan yang dipasang.

"Apabila buaya itu tertangkap, maka akan direhabilitasi sampai beberapa hari ke depan di Kantor BKSDA Sumbar, sebelum dilepasliarkan ke daerah konservasi," katanya. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Soetomo

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
buaya   diterkam buaya   Agam   sumbar  

Terpopuler