Negara Harus Hadir Urusi Ketahanan Keluarga Selama Pandemi

Senin, 01 Maret 2021 – 18:53 WIB
Webinar Peran Agama dalam Ketahanan Keluarga di Masa Pandemi. Foto: LDII

jpnn.com, JAKARTA - Departemen Pendidikan Agama dan Dakwah (PAD) DPP LDII menggelar webinar terkait peran agama dalam ketahanan keluarga di masa pandemi Covid-19 pada Senin (1/3). Webinar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan jelang Munas IX LDII.

Ketua Umum DPP LDII Chriswanto Santoso mengatakan, pembangunan sumber daya manusia (SDM) berasal dari elemen paling kecil yaitu lingkup keluarga.

BACA JUGA: Memanfaatkan Botol dan Galon Plastik Bekas Untuk Tingkatkan Ketahanan Pangan Keluarga di Masa Pandemi

Termasuk mempersiapkan karakter unggul, pada saat Indonesia menikmati bonus demografi yang disebut-sebut pemerintah sebagai Indonesia Emas 2045.

“Pandemi Covid-19 telah menimbulkan banyak kasus sosial seperti kekerasan rumah tangga. Juga terjadinya tindak kriminal bermula dari rumah tangga yang kurang terbina dan tidak memiliki ketahanan yang bagus," kata Chriswanto dalam keterangannya, Senin.

BACA JUGA: Pesan Ketum LDII pada Peringatan HPN 2021

Selain itu, kata Chriswanto kasus-kasus pelemahan ekonomi, kesehatan dan sosial dapat menjadi salah satu pemicu. Karena itu keluarga yang harmonis akan menciptakan ketahanan bangsa yang baik.

Terkait hal tersebut, Maya Septiana selaku Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kementerian PPPA) mengatakan, bonus demografi yang dimiliki harus didukung dengan penyiapan SDM cerdas, produktif, dan berkarakter.

BACA JUGA: PSBB Jakarta Diperketat, LDII Minta Warga Taati Protokol Kesehatan  

"Keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat kualitasnya harus ditingkatkan dengan mengembangkan berbagai strategi pengembangan SDM,” ucap Maya.

Menurutnya, mengacu pada arahan Presiden Jokowi kepada Kementerian PPPA, untuk meningkatkan peran perempuan terutama ibu dan keluarga dalam pendidikan dan pengasuhan anak.

Senada dengan Maya, Nana Maznah selaku psikolog pendidikan keluarga menyebut peranan seorang ibu sangat penting. Seorang ibu menghadapi anak-anak lengkap dengan problematika buah hatinya selama 24 jam.

Terlebih saat pandemi, ibu juga berperan sebagai pengganti ‘guru sekolah’ anak-anak, selain mengurus rumah tangga.

“Sumber emosi dalam keluarga adalah ibu, suasana emosi ibu memiliki efek positif dan negatif pada suasana di rumah. Sangat mempengaruhi kesejahteraan emosional keluarga secara keseluruhan. Ibu yang bahagia akan membuat keluarganya bahagia,” kata Nana.

Karena itu, penting bagi ibu mengatur strategi untuk tetap berhubungan dengan dirinya, berhubungan dengan pasangannya, dan berhubungan dengan anak- anaknya. Menumbuhkan dan menginternalisasikan nilai-nilai kebaikan dalam diri ibu untuk keluarga.

“Yang perlu ibu lakukan dengan dirinya sendiri adalah menciptakan pengaturan waktu untuk memperkaya diri. Maksudnya memberikan kesempatan pada diri sendiri untuk mempelajari hal yang diminati di samping mengurus rumah tangga,” ujarnya.

Kedua, hal yang perlu ibu lakukan agar hubungan terjaga dengan pasangan seperti meluangkan waktu bersama pasangan. Seorang ibu harus punya waktu khusus hanya berdua bersama pasangan, sehingga tetap terjalin hubungan yang sehat.

"Lalu ketiga, adalah menjaga hubungan seorang ibu dengan anak-anaknya. Biasanya anak meniru cara orang tua berkomunikasi dan mengikuti karakter orang yang menarik keingintahuannya," tandas dia. (cuy/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elfany Kurniawan

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler