Nenek 80 Tahun yang Dirampok Itu, Dibunuh dengan Melakban Mulut dan Hidung

Selasa, 05 Mei 2015 – 12:49 WIB

jpnn.com - PADANG - Perampokan yang terjadi di Dusun Labuahsilang, Nagari Guguak VII Koto Talago, Kecamatan Guguak, Kabupaten Limapuluh Kota, Padang, Sumbar semakin menarik untuk disimak. Sebanyak delapan perampok yang ditangkap tim Buser Satreskrim Polres Limapuluh Kota, sejak Kamis (30/4) lalu, satu persatu mulai 'buka kartu' kepada penyidik.

Tersangka Romi Chandra Virnata alias Romi, 35, misalnya. Warga Kumango, Sungaitarab, Kabupaten Tanahdatar ini mengaku sudah tiga kali mendatangi rumah Hj Darinas, 86, korban yang tewas dalam perampokan di Ampanggadang.

BACA JUGA: Bendahara Dirampok, Rp146 Juta Uang Koperasi Disdik Melayang

"Sebelum merampok di Ampanggadang itu, saya sudah tiga kali menggambar rumah korban," kata Romi saat ditanya Kapolres Limapuluh Kota AKBP Tri Wahyudi, Senin (4/5) siang.

Dijelaskan Romi, awalnya ia datang ke Ampanggadang, sekitar seminggu sebelum melakukan perampokan. Waktu itu, Romi dapat informasi dari warga Kecamatan Guguak yang masih diburu polisi, bahwa di Ampanggadang ada rumah yang bisa dijadikan sasaran pencurian.

BACA JUGA: Polisi Bekuk Bandar Sabu, Barang Bukti Disembunyikan di Hardisk Komputer

Rumah yang tidak lain merupakan rumah Hj Darinas tersebut kemudian ditunjukkan oleh warga Guguak tadi kepada Romi. Saat itu, Romi  ditemani oleh Mega Mayang Putri, 17, yang merupakan cicit Hj Darinas, serta bekas teman kencan Mega, yakni Rani Mayang Sari,24.

Begitu melihat rumah Hj Darinas, Romi sempat berniat untuk beraksi. Tapi karena mendengar adanya salakan anjing dan melihat ada warga yang berburu malam dengan menggunakan senapan angin, Romi balik kanan ke Payakumbuh.

BACA JUGA: Astaga, Suami Tega Siramkan Bensin Lalu Bakar Istri

Beberapa hari kemudian, Romi dihubungi oleh Yandra,42, warga Muarolabuah, Solok Selatan yang ikut ditangkap polisi dalam kasus ini. Yandra yang sudah mengetahui profesi sebagai pencuri menanyakan, apa jadi Romi beraksi di Ampanggadang, Guguak, Limapuluh Kota.

Romi menjawab, belum jadi. Setelah itu, Yandra menanyakan, bagaimana prospek rumah yang akan dirampok. Romi menyebut, pemilik rumah diperkirakan memiliki banyak harta. Bahkan menurut cicitnya Mega Mayang Putri, Hj Darinas sering menyimpan emas di bawah kasur.

Mendengar banyak emas, Yandra kemudian menyuruh Romi untuk kembali bermain. Sekalian, Yandra memperkenalkan dua teman barunya yang sama-sama putra Nias, yakni Nehemia Marunduri Zai alias Jun,35, warga Lubeg, Padang, dan Andreas Zebua alias Andrea,37, warga Sibolga, Sumatera Utara.

Jun dan Andrea sendiri, saat dikenalkan Yandra kepada Romi, belum punya pengalaman merampok. Tapi karena kepepet uang untuk biaya hidup, kedua tidak menolak, saat Romi menjelaskan bahwa mereka akan berangkat dari Tanahdatar ke Limapuluh Kota, untuk merampok di Ampanggadang, Guguak, pada Rabu (21/4) dini hari.

Hanya saja, perampokan pada Rabu malam itu juga batal dilakukan, karena Romi, Jun dan Andrea yang ditemani Mega, terhalang faktor cuaca. Hujan dan mati lampu pada Selasa malam itu membuat mereka was-was untuk beraksi, padahal mereka sudah sampai di halaman rumah Hj Darinas.

Baru dua hari kemudian atau Jumat (22/4) dini hari, mereka kembali ke Ampanggadang. Waktu itu, Romi bersama Jun dan Andrea, sempat membeli minuman keras di kawasan Koto Nan Ompek, Payakumbuh. Kemudian, menjemput Rani dan Mega yang mengaku bekas lesbian, ke sebuah tempat karaoke.

Dari Payakumbuh, Romi menyetir sendiri mobilnya. Namun sampai di Danguang-danguang, stir mobil diberikan kepada Rani. Selanjutnya, Rani dan Mega kembali menjadi penunjuk jalan. Begitu sampai di Ampanggadang, Romi, Jun dan Andra diturunkan. Sedangkan Rani dan Mega kembali ke Danguang-Danguang.

Di Ampanggadang, Romi mengaku membobol jendela dapur rumah Hj Darinas, kemudian menyekap perempuan lansia tersebut. Saat mengetahui di dalam rumah juga ada Wirdalis, anak Hj Darinas, mereka kemudian ikut menyekap wanita itu.
 
Malang bagi Darinas, saat mulutnya disumpal kain dan dilakban, ternyata hidungya juga kena tutup, sehingga tidak bisa bernafas dan meninggal dunia. Namun, Romi Cs baru mengetahui korban meninggal, beberapa hari kemudian. "Saya tak tahu ia meninggal, Karena setelah main di Ampanggadang, kami langsung pergi, dijemput Mega dan Rani dengan mobil," kata Romi.

Hingga kemarin, kasus ini masih terus dikembangkan polisi. "Tidak tertutup kemungkinan, akan ada tambahan tersangka. Yang jelas, kami masih terus melakukan penyidikan," kata Tri Wahyudi. (frv/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Bendahara Disdik Dirampok, Rp 146 Juta Melayang


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler