Neraca Perdagangan RI Suplus USD 2 Miliar, Ekspor Meningkat 8,56 Persen

Selasa, 16 Maret 2021 – 11:04 WIB
BPS catat neraca perdagangan feburari 2021 surplus USD 2 miliar. Foto: Bea Cukai

jpnn.com, JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus USD 2 miliar pada Februari 2021 dengan nilai ekspor USD 15,27 miliar dan impor USD 13,26 miliar.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto, performa ekspor dan impor pada Februari 2021 cukup bagus, karena nilai ekspor mengalami peningkatan 8,56 persen.

BACA JUGA: Data BPS: Januari-Februari 2021, Ekspor Pertanian Tumbuh 8,81 Persen

"Sementara itu impornya tumbuh dua digit yakni 14,86 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/ yoy),” kata Suhariyanto saat menggelar konferensi pers virtual di Jakarta, Senin (15/3).

Suhariyanto menjelaskan, perdagangan Indonesia dengan beberapa negara masih mengalami surplus, di antaranya dengan Amerika Serikat surplus USD 1,2 miliar, Filipina surplus USD 450 juta, dan India surplus USD 341 juta.

BACA JUGA: Bagus! BPS Sebut Kinerja Ekspor Indonesia Naik 8,56 Persen

Sedangkan perdagangan dengan beberapa negara mengalami defisit yakni dengan China defisit USD 968,5 juta, dengan Australia USD 391 juta, dan dengan Brazil defisit USD 216 juta.

Dengan demikian, lanjut dia, neraca perdagangan Indonesia secara kumulatif selama Januari-Februari 2021 mengalami surplus USD 3,96 miliar.

BACA JUGA: Waduh! BPS Catat Kunjungan Wisman ke Bali Turun 93 Persen

Surplus tersebut jauh lebih besar dibandingkan dengan posisi perdagangan Januari-Februari 2020 yang nilainya surplus USD 1,88 juta.

“Performa ekspor Indonesia sangat menjanjikan karena naiknya permintaan dari berbagai negara juga didukung kenaikan harga berbagai komoditas, sehingga diharapkan ekspor dan impor semakin bagus dan menggeliat,” ungkap Suhariyanto.

Sementara dari data impor, dia menyampaikan peningkatan barang modal berupa mesin dan peralatan elektronik pada Februari 2021 mengindikasikan bahwa industri domestik mulai bergerak.

Hal tersebut dinilai sejalan dengan indeks manufaktur Indonesia atau PMI manufaktur Indonesia yang berada pada angka ekspansif pada dua bulan pertama di 2021. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Elvi Robia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler