Netra Merilis Lagu Berbahasa Jerman dari Sandhy Sondoro, Targetkan Kolaborasi dengan Ratusan Artis

Jumat, 16 September 2022 – 16:20 WIB
Netra memberikan wawasan tentang bagaimana seluk beluk dunia musik di Indonesia. Foto: Dok. Netra 

jpnn.com, JAKARTA - Platform royalty-sharing NFT musik yang memanfaatkan teknologi blockchain, Netra, turut tampil mewakili Asia dalam ajang AsiaBerlin Summit yang dilangsungkan di Jerman, beberapa hari lalu.

Mereka memberikan wawasan tentang bagaimana seluk beluk dunia musik di Indonesia.

BACA JUGA: Keluar dari The Winner, Yaya Fara Mulai Karier Solo Lewat Lagu Lepaskanlah

Hal ini dilakukan dalam panel diskusi ‘Building the future with Music & Healthcare - The Indonesian Way’ yang dihadiri para senator, menteri, dan politikus Jerman.

"Musik adalah bahasa internasional, semua orang menyukainya," kata Bryan Chief Operating Officer Netra, Jumat (16/9).

BACA JUGA: Efek Rumah Kaca Meluapkan Kekesalan Lewat Lagu Heroik

Dalam kesempatan tersebut, Bryan juga mengumumkan peluncuran lagu berbahasa Jerman pertama di Netra berjudul 'Berlin! Berlin! Ick lieb dier so sehr!' oleh Sandhy Sondoro.

Menurutnya, teknologi blockchain yang digunakan Netra mewadahi artis untuk berbagi kepemilikan musik kepada para fan menggunakan Non-Fungible Token (NFT).

BACA JUGA: NOAH Merilis Video Kota Mati, Usung Beragam Teknologi

"Lalu mempublikasikan lagu tersebut ke digital streaming platform (DSP), seperti Spotify, Apple Music, Tiktok dsb," tuturnya.

Bryan menjelaskan, royalti yang didapat dari setiap kali lagu diputar, kemudian diteruskan kembali kepada para fan yang juga memiliki musik tersebut menggunakan teknologi blockchain.

Dengan konsep desentralisasi musik Netra, semua orang bisa memiliki lagu yang dibuat oleh musisi favorit mereka sebagai aset produktif yang menghasilkan uang, bukan hanya digital copy yang cuma bisa didengarkan saja.

“Fan kini tidak lagi menjadi pendengar pasif, tetapi bisa menjadi co-owner dan investor dan sharing kesuksesan artis," imbuh Bryan.

Tujuan akhir Netra adalah untuk kesejahteraan musisi dengan berbagi dengan fan.

Bagi Netra, Indonesia dan sharing royalti adalah awal sejarah dari perjuangan yang panjang untuk transformasi industri musik dunia.

Setiawan Winarto, CEO dari Netra mengungkapkan industri musik sudah mengalami perubahan format drastis beberapa kali, mulai dari vinyl, kaset, compact disc dan terakhir ke streaming.

Akan tetapi menurutnya, sumber penghasilan musisi di luar job live atau manggung makin mengecil.

"Itu karena penjualan fisik sudah hampir tidak mungkin lagi, apalagi di waktu pandemi kemarin," ujar Setiawan yang juga pemilik Melodia Musik.

Setiawan menyebut, banyak musisi menganggap sistem royalti khususnya di Indonesia masih belum transparan dan fair.

Menurutnya, Netra hadir untuk menyelesaikan masalah ini.

Saat ini, Netra telah berkolaborasi dengan berbagai musisi besar seperti Titi DJ , Erwin Gutawa, Echa Soemantri , Dewa Budjana, Andra and The Backbone, Indra Lesmana, Lalahuta, Eross Chandra, Bintang Indrianto, Balawan, Andra Ramadhan Project, dan Tohpati.

"Tahun ini, kami targetkan berkolaborasi dengan 100 artis lainnya," tutupnya. (esy/jpnn)


Redaktur : Dedi Yondra
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Tag
Netra   NFT   Sandhy Sondoro   Royalti  

Terpopuler