Dua Tahun Jadi Anggota DPR RI

Nevi Zuairina: Waktu Ini Terasa Kurang

Senin, 27 Desember 2021 – 20:44 WIB
Anggota DPR RI Nevi Zuairina. Foto: Humas DPR RI

jpnn.com, JAKARTA - Nevi Zuairina mengaku kesibukannya sebagai anggota DPR RI lebih tinggi dibandingkan saat menjabat Ketua TP PKK Provinsi Sumbar.

Politikus PKS itu menjabat Ketua TP PKK Sumbar selama sepuluh tahun mendampingi suaminya, Prof. Irwan Prayitno menjabat Gubernur Sumbar.

BACA JUGA: Nevi Zuarina Serap Aspirasi Masyarakat di Daerah Pemilihannya

“Ketika memulai pengabdian sebagai anggota DPR RI, ternyata waktu ini terasa kurang. Tak cukup rasanya 3×7 jam setiap harinya, ketika harus berurusan dengan masyarakat,” ungkap Nevi dalam refleksi akhir tahun 2021 atau tahun keduanya sebagai anggota DPR mewakili Dapil 2 Sumbar.

Sepanjang 2021 ini, lanjut Nevi, ada sebanyak 457 kunjungan lapangan di daerah pemilihan. Mulai dari bibir pantai Pariaman, hingga kawasan pegunungan di Pasaman dan Kabupaten 50 Kota yang berbatasan langsung dengan provinsi Sumut dan Provinsi Riau.

BACA JUGA: Nevi Zuarina: Perjuangkan Aspirasi Pelaku UMKM Dalam RUU Cipta Kerja

“Bayangkan, entah berapa kali sehari harus berkunjung ke masyarakat. Banyak aspirasi yang disampaikan masyarakat di wilayah dapil kami,” ujarnya.

Menurut Nevi, dirinya mendengar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.

BACA JUGA: Komisioner KY Usulkan Pelibatan TNI Bantu Polri Amankan Hakim

“Kami dengar dan kami suarakan, meski kami tidak bisa menjanjikan untuk bisa melaksanakannya, tetapi kami katakan kepada masyarakat akan diusahakan mencarikan jalan keluarnya dan kita secara pribadi harus punya komitmen untuk memperjuangkannya.”

Dia menerima aspirasi masyarakat dan bertemu langsung berbagai lapisan masyarakat, baik persoalan ekonomi dan infrastruktur, termasuk masalah social.

“Alhamdulillah, sebagian besar sudah dapat terealisasi di sepanjang 2021, tentunya akan berlanjut pada 2022,” ujar Nevi.

Nevi yang juga menjadi angota Badan Anggaran DPR RI itu berharap bisa mengalokasikan dana cukup besar bagi pembangunan infrastruktur di Sumbar.

Jumlahnya sekitar Rp 20 miliar lebih. Belum lagi dalam bentuk bedah rumah atau bantuan sosial lainnya, baik berupa sembako, bantuan bencana termasuk rumah ibadah dan sekolah.

Menurut Nevi yang digelari Bunda UMKM ini, puluhan miliar dana pusat yang telah dikucurkan lewat dirinya selaku anggota DPR RI, hampir seluruhnya untuk daerah pemilihan Sumbar 2 meliputi Kota Pariaman, Padang Pariaman, Agam, Bukittinggi, Payakumbuh, hingga Pasaman dan Kabupaten 50 Kota.

“Saya menyalurkan anggaran pemerintah langsung ke daerah dan masyarakat. Saya pastikan tepat sasaran, karena pengusulannya berangkat dari aspirasi yang disampaikan langsung saat kunjungan ke daerah,” ujar Nevi.

Sebagai perempuan yang juga ibu rumah tangga, Nevi mengakui tentu ada hal-hal yang belum terealisasi. Namun perjuangan akan terus dilakukan dan akan selalu diupayakan.

Nevi mengatakan program pemberdayaan UMKM akan berlanjut untuk memperjuangkan pad tahun 2022. Begitu juga dengan bantuan-bantuan sosial kemasyarakatan dan rumah ibadah akan disalurkan secara bertahap.

“Apabila UMKM bangkit, perekonomian masyarakat otomatis akan bangkit pula. Oleh karena itu, kita akan selalu menggandeng BUMN-BUMN yang ada khususnya BUMN yang beroperasi di Sumbar,” ujar Nevi.

Khusus soal perpajakan, lanjut Nevi, Fraksi PKS di DPR RI getol memperjuangkan agar penghasilan di bawah 8 juta tidak dikenai pajak. Hal ini juga sejalan dengan upaya membangkitkan ekonomi keluarga agar gajinya bisa digunakan maksimal untuk kebutuhan keluarganya. 

“Fraksi PKS DPR RI selalu berada di garda depan memperjuangkan besaran gaji pekerja yang dikenai pajak. Termasuk perjuangan pembatasan impor agar produk dalam negeri lebih laku di pasaran,” ujar Nevi.(fri/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Friederich

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler