Nissan Perkuat Jaringan di Surabaya

Senin, 12 November 2012 – 03:03 WIB
SURABAYA - Pasar wilayah timur nampaknya masih menjadi perhatian khusus para produsen mobil. Meski portofolionya masih jauh dari pasar ibukota, perusahaan otomotif masih kukuh untuk memperkuat jaringan ritel mereka. Salah satunya, Nissan Indonesia. Produsen yang satu usaha beda merek dengan Datsun ini menambah satu lagi toko ritel di Surabaya, kota yang mencakup 80 persen penjualan di Jatim.
      
Koordinator Wilayah Area IV Nissan Indomobil Group Anton Wijaya menggatakan, showroom tersebut adalah titik penjualan ke empat di Surabaya. Namun, gerai tersebut hanya menyediakan satu S (sales) dari konsep ideal sebuah showroom yakni 3S (Sales, Service, Sparepart).

"Kami masih terkendala lokasi, karena untuk mendapatkan luasan lokasi yang cukup masih susah. Saat ada kesempatan pasti kami manfaatkan," jelas dia.

Dia  menjelaskan, Nissan sengaja ingin memperlus titik penjualan di Surabaya barat. Sebab, selama ini peluang penjualan di Surabaya barat belum dimanfaatkan secara maksimal. Padahal, sudah banyak pasar mobil yang mengarah ke konsumen Surabaya barat.

"Ya sebenarnya itu merupakan dari upaya perataan. Selama ini kami hanya menyediakan penjualan di tiga titik. Surabaya pusat, timur dan selatan. Nah, wilayah yang paling mendesak adalah barat," ungkapnya.

Namun, lanjut pria yang baru menjabat sejak Juni, bukan berarti Nissan lebih mementingkan penjualan di wilayah barat. Dalam rencanan tahun depan, Nissan bakal tambah lagi dua titik penjualan di area Jatim. "Satunya di Surabaya bagian utara dan satu lagi di Sidoarjo," ujar dia.
      
Sementara itu, Operational Manager PT Uniter Indo Surabaya (management diler Nissan di Basuki Rahmat, HR Muhammad dan kota Kediri) Sadrach Soewargo berpendapat sama. Dia menyatakan, pertumbuhan Nissan di Surabaya bisa dibilang bagus.

Saat ini, Nissan sudah mencapai market share 7 persen dari total penjualan di Jatim. Raihan itu menempatkan Nissan di posisi ke-empat top sales brand di Surabaya. Di atas Nissan, hanya tinggal merek Mitsubishi, Daihatsu, dan sang market leader Toyota.
      
"Portofolionya memang masih kalah jauh dengan Jakarta yang mencatat 50 persen dari total penjualan. Tapi, kami rasa potensi di Surabaya yang didukung kebijakan pemerintah yang baik pasti menumbuhkkan pasar di sini," imbuh dia.
      
Untuk menggenjot penjualan, Nissan masih mengandalkan produk low cost car-nya untuk menarik konsumen menengah ke bawah. Antara lain, Nissan Grand Livina dan Nissan Evalia. Sebab, produk tersebut masih berkontribusi besar terhadap penjualan Nissan.

Nissan Grand Livina misalnya, berkontribusi sekitar 60 persen dari total penjualan. "Bahkan kami akan segera luncurkan produk low cost green car (LGLC) dalam waktu dekat," ujarnya. (bil)
BACA ARTIKEL LAINNYA... PT Pos Kelola Bisnis KTP Pemda

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler