Nizar: Jokowi Tak Seharusnya Ucapkan Sontoloyo dan Genderuwo

Minggu, 11 November 2018 – 21:14 WIB
Calon presiden nomor urut 1 di Pilpres 2019, Joko Widodo. Foto: Ricardo/JPNN.com

jpnn.com, JAKARTA - Juru Kampanye Nasional pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Moh Nizar Zahro menilai Presiden Joko Widodo sudah tidak mampu mengontrol tutur kata, dengan memunculkan istilah politikus sontoloyo dan politik genderuwo.

Menurutnya, Jokowi selain sebagai capres juga menjabat sebagai kepala negara yang semestinya tidak terbawa arus panasnya persaingan pilpres.

BACA JUGA: Jokowi Bandingkan Harga Komoditas di 3 Pasar, Ini Hasilnya

"Suhu politik boleh memanas, tapi emosional dan keteladanan seorang kepala negara wajib tetap terjaga," kata Nizar, Minggu.

Politikus DPR ini menilai meluncurnya kata-kata kurang pantas yang disampaikan di depan publik, menunjukkan Jokowi sedang panik terkait pencapresannya.

BACA JUGA: Jokowi Buka Peluang Bekraf jadi Kementerian

"Seseorang yang panik biasanya sudah tidak mampu lagi mengontrol omongannya. Emosi lebih menguasai daripada daya nalarnya," sebut legislator asal Madura ini.

Dia menambahkan, semestinya Jokowi belajar dari tiga gelombang Pilkada yang sudah digelar. Meskipun menghadapi kompetisi politik yang memanas, para gubernur, bupati, dan wali kota, tetap mampu mengontrol kata-katanya.

BACA JUGA: Jokowi Buka Rahasia Cara Memenangi Pemilihan

"Karena mereka sadar bahwa mereka adalah pemimpin yang harus tetap memberikan keteladanan kepada rakyatnya," tandas Nizar. (fat/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Dengar Lagu Sontoloyo dari Alang, Ahmad Dhani dan Fadli Zon


Redaktur & Reporter : M. Fathra Nazrul Islam

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler