Nomor HP Di Kloning, Tiga Pejabat Ini Rame-Rame Lapor ke Polda

Klaim Jadi Korban Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Selasa, 01 Desember 2015 – 04:54 WIB
Calon gubernur Kepri Soerya Respationo (dua kiri) dan Jumaga Nadeak (kanan) usai membuat laporan polisi di Polda Kepri, Senin. Foto: Batam Pos / JPNN.com

jpnn.com - NONGSA - Calon gubernur Kepri Soerya Respationo dan beberapa timnya terusik. Banyak SMS beredar yang menyesatkan dan memburuk-burukkan citranya. Ia bersama timnya pun mendatangi Mapolda Kepri untuk membuat laporan di  Polda Kepri, Senin (30/11).

Tiba di Mapolda Kepri, Soerya beserta rombongan langsung masuk ke ruang Kapolda dan disambut langsung oleh Brigjen Pol Arman Depari, Kapolda Kepri. Sebelum akhirnya rombongan berbincang di ruangan Kabid Humas Polda Kepri.

BACA JUGA: Dengan Polos Bocah Itu Bilang, “Mamak, Ngapain Ibu Tidur Di Sana”

Soerya didampingi oleh Dwi Ria Latifa, anggota komisi III DPR RI, Asmin Patros, Jumaga Nadeak, dan sejumlah pengurus dari PDI Perjuangan.

Yang membuat laporan polisi ada tiga yakni Soerya Respationo dengan nomor laporan  LP/B/103/2015/SPKT-Kepri.  Kemudian Jumaga Nadeak dengan nomor polisi LP/B/104/SPKT-Kepri. Kemudian Asmin Patros dengan nomor polisi  LP/B/102/2015/SPKT-Kepri.

BACA JUGA: Kepala Ibu Muda Ini Hancur Terlindas Lori, Hiii.. Ngeri, Tak Sanggup Lihatnya

Dwi Ria Latifa, juru bicara ketiga pelapor tersebut  mengatakan bahwa ketiga tokoh tersebut membuat laporan polisi karena merasa sudah menjadi korban dari beberapa kasus antara lain, fitnah, perbuatan tidak menyenangkan dan kejahatan IT.

“Kita melihat melalui cara-cara ini sudah menyebarkan fitnah dari beliau-beliau ini. Ini termasuk pembunuhan karakter," katanya.

BACA JUGA: Waduh, Rano Karno Pertimbangkan Akuisisi Empat Bank Ini...Kenapa ya?

Dwi menjelaskan bahwa ada oknum yang seolah-olah menyebarkan SMS menggunakan ponsel Soerya Respationo. Di mana isi SMS nya, mengajak warga untuk mendukungnya dan akan menciptakan Batam menjadi Kota judi, miras, prostitusi dan narkoba.

"Jadi ini sangat keji. SMS itu sudah sampai ke beberapa orang," katanya.

SMS yang lain yang sudah beredar adalah seolah-olah dari ponsel milik Jumaga Nadeak, ketua DPRD Provinsi Kepri. Di mana dalam SMS itu seolah-olah Jumaga Nadeak mengajak warga dukung Soerya karena termasuk pimpinan yang tegas.

"Jadi di SMS itu, isinya adalah. Ayo dukung Soerya karena tegas. Ia berani menjual pulau untuk kesejahteraan," kata Ria membacakan SMS itu.

Sementara SMS yang ketiga adalah SMS yang seolah-olah dikirimkan dari ponsel Asmin Patros. Isinya mengajak semua kader dan simpatisan yang ikut kampanye akbar beberapa waktu lalu untuk mengambil uang ke panitia, Rp500 ribu.

"Dan itu tidak benar sama sekali. Itu sepertinya nomor pak Asmin dikloning.

Menurut Dwi, praktek-praktek seperti itu merupakan cara baru untuk membunuh karakter seseorang. Kita berharap masyarakat tidak langsung percaya akan bunyi SMS yang menyesatkan tersebut.

"Ini sangat menyedihkan. Dan ini menjadi preseden buruk. Kita minta jangan ada masyarakat yang percaya," katanya.

Terkait siapa yang dilaporkan, Dwi menjelaskan bahwa hal itu menjadi ranah kepolisian. Ia berharap pihak Kepolisian, bisa memproses laporan tersebut dengan cepat.

AKBP Hartono, Kabid Humas Polda Kepri mengatakan bahwa pihaknya akan menyelidiki laporan tersebut. Di mana pelapor melaporkan bukan atas sebagai tim pemenangan atau calon gubernur.

"Mereka melaporkan secara pribadi. Intinya ini akan kita selidiki dulu. Sebagai institusi kepolisian, kita wajib melayani semua masyarakat," katanya.

Hartono menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kondusifitas Kepri. Ia berharap semua pihak untuk bisa mengkontrol diri dan mengutamakan kepentingan umum. (ian/ray/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Setiap Hari, Dara 12 Tahun Ini Harus Layani Dua Kali Nafsu Bejat sang Ayah selama Setahun


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler