NU & Muhammadiyah Diminta Lebih Aktif dan Kreatif Memanfaatkan Media Digital

Kamis, 10 November 2022 – 20:49 WIB
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi (kedua dari kanan) dalam acara bedah buku "Kontestasi Ideologi Politik: Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital". Foto: Humas Kemenag

jpnn.com, JAKARTA - Wamenag Zainut Tauhid Sa’adi mengajak generasi muda untuk menguasai dunia digital.

Hal itu merespons banyaknya narasi yang bertolak belakang terhadap ideologi negara yang beredar di ruang digital.

BACA JUGA: Ribuan Warga NU di Yogyakarta Dukung Ganjar Maju di Pilpres 2024

Zainut mengungkapkan di era digital saat ini sangat memungkinkan semua pihak bisa berinteraksi dan berselancar di dunia maya.

Oleh karena itu, perlu ada pelurusan terhadap paham yang mengarah pada menolak ideologi negara.

BACA JUGA: Kapolri Apresiasi Muhammadiyah yang Berkontribusi Meningkatkan Kesehatan Masyarakat

“Saya mengajak generasi muda yang melek digital untuk lebih memahami dan menguasai dunia digital. Hal ini untuk memberikan kontra narasi terhadap paham yang membahayakan ideologi negara,” ujar Zainut di Jakarta.

Dia memaparkan kaum muda muslim urban saat ini sangat terampil memanfaatkan media sosial untuk pelbagai tujuan, termasuk tujuan-tujuan penguatan nilai-nilai ideologis dan keagamaan.

BACA JUGA: Makna Hari Pahlawan Bagi Wamenag Zainut, Indonesia Unggul dan Mendunia 

Dia berharap NU dan Muhammadiyah harus lebih aktif dan kreatif memanfaatkan media digital untuk memasarkan Islam yang ramah, inklusif, moderat, toleran, dan Islam rahmatan lil 'alamin.

NU dan Muhammadiyah perlu bersinergi serta berkolaborasi demi menjaga kelestarian NKRI.

Wamenag Zainut menjelaskan buku berjudul Kontestasi Ideologi Politik Gerakan Islam Indonesia di Ruang Publik Digital ini merupakan pengembangan karya ilmiah disertasi, saat ia meraih gelar doktor di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Zainut menyampaikan perlu ada juga inovasi dalam berdakwah dengan memanfaatkan dunia digital.

Dia juga mengimbau NU dan Muhammadiyah untuk mengimbangi konten dakwah di media digital dengan gerakan Islamis yang berbeda pandangan dalam memahami ideologi negara.

“Saya kira perlu ada inovasi dan kreasi di dalam membangun dakwah di bidang digital itu, terutama pengembangan literasi di media digital,” lanjutnya.

Zainut juga menyarankan BPIP perlu merumuskan kebijakan revitalisasi dan reaktualisasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

BPIP perlu mengembangkan program pembudayaan Pancasila dengan menerjemahkan Pancasila dari tataran konseptual ke tataran operasional. 

"Program tersebut perlu dilakukan secara partisipatif dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, terutama generasi muda," ujarnya.

Program moderasi beragama harus terus digaungkan dalam rangka membendung dominasi gerakan-gerakan radikal yang mengancam eksistensi NKRI. 

Dalam konteks ini, lanjut Wamenag Zainut, Kementerian Agama RI akan membentuk duta moderasi beragama di ruang publik digital yang melibatkan generasi muda, kaum santri dan. mahasiswa. (esy/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Gandeng MPKU PP Muhammadiyah, Danone Tingkatkan Kesehatan Masyarakat & Lingkungan


Redaktur : M. Rasyid Ridha
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler