Obat untuk Covid-19 Hasil Racikan Unair sudah Tahap Akhir Uji Klinis, Mohon Doanya

Sabtu, 15 Agustus 2020 – 06:45 WIB
Rektor Unair Mohammad Nasih saat melakukan jumpa pers. Foto: ngopibareng/jpnn

jpnn.com, SURABAYA - Rektor Universita Airlangga (Unair) Mohammad Nasih memastikan hasil uji klinis tahap akhir kombinasi obat untuk penawar Covid-19 akan diserahkan pada mitra Unair di Jakarta, pada Sabtu, 15 Agustus 2020, siang.

"Uji klinis fase ketiga untuk kombinasi obat, alhamdulilah mempunyai hasil yang baik. Semua proses uji klinis terutama untuk masalah jumlah sudah kami penuhi, selain itu kami juga sudah memenuhi persyaratan BPOM seperti soal inklusifitas, soal etik dan lainnya," kata Nasih.

BACA JUGA: Jenderal Andika Minta RSPAD Kirim Tenaga Medis Khusus untuk UNAIR dan BIN

Dalam hal ini, ungkap Nasih, Unair sudah menyelesaikan tugasnya dalam melakukan uji klinis. Untuk itu hasil uji klinis fase ketiga akan diserahkan pada pihak sponsor dalam tanda kutip mitra Unair.

Nasih melanjutkan, dalam uji klinis ini, pihaknya melibatkan sekitar 700 pasien Covid-19 yang memenuhi syarat dari segi inklusifitas.

BACA JUGA: 5 Berita Terpopuler: Setelah Simbol Salib, Kini Bertebaran Spanduk Habib Rizieq, Anies Baswedan Harus Tahu

"Sebenarnya ada sekitar 1000 pasien yang bersedia, tapi ada beberapa syarat terutama syarat inklusifitas. Jadi 700 yang memenuhi syarat. Itu sudah melebihi yang disyaratkan, karena syarat dari BPOM hanya 600," terangnya.
 
Setelah uji klinis ini diserahkan pada mitra Unair, langkah selanjutnya ialah mengurus izin produksi dan izin edar dari BPOM. Hal tersebut nantinya akan dilakukan oleh mitra Unair.

"Mudahan-mudahan BPOM melihat masalah ini adalah masalah yang urgent. Mohon doanya untuk kawan-kawan media dan masyarakat agar BPOM juga berbesar hati untuk segera memberi izin sehingga itu segera bisa diselesaikan September ini," harapnya.

BACA JUGA: Hadi Pranoto Klaim Obat Covid-19, Anji: Kenapa yang Viral Saya?

Dia juga berharap, bila tidak ada halangan dan BPOM dalam memberikan surat izin edar, maka obat kombinasi tersebut bisa diproduksi pada September.

"Siapa yang memproduksi, saya rasa banyak yang akan membantu proses produksinya nanti. Karena ini sifatnya urgent," pungkasnya. (ngopibareng/jpnn)

Kamu Sudah Menonton Video Terbaru Berikut ini?


Redaktur & Reporter : Natalia

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler