Obligasi BTN Tembus Rp 11,3 Triliun

Kamis, 03 Mei 2012 – 04:48 WIB

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui penjamin pelaksana emisinya, PT Danareksa Sekuritas, PT Indo Premier Securities, dan PT CIMB Securities Indonesia, menerbitkan obligasi perseroan sebesar Rp 2 triliun. Penerbitan itu merupakan tindak lanjut dari business plan (BP) perusahaan 2012.

Menurut Dirut Bank Tabungan Negara (BTN) Iqbal Latanro, dalam BP tersebut telah dijadwalkan BTN pada semester I 2012 akan menerbitkan obligasi perseroan. Obligasi yang ditawarkan dengan tingkat bunga tetap ini telah mendapatkan peringkat dari 2 (dua) lembaga pemeringkat yaitu Fitch Ratings Indonesia dan Pefindo dengan hasil pemeringkatan AA(idn) dari Fitch dan idAA dari Pefindo untuk obligasi yang akan diterbitkan BTN tersebut.

"Seluruh dana hasil penjualan obligasi ini akan dimanfaatkan sebagai sumber pembiayaan perumahan yang menjadi core business BTN. Kami sedang berupaya agar perseroan dapat lebih memperkuat struktur pendanaan untuk mendukung core business perseroan khususnya memperoleh dana jangka panjang," kata Iqbal, Rabu (2/5).


Dia mengaku obligasi yang diterbitkan BTN kali ini merupakan obligasi berkelanjutan I tahap I tahun 2012.
Disebutkan, BTN memiliki track record yang sangat baik di pasar modal. Itu terbukti dengan keberhasilannya dalam menerbitkan obligasi senior sejak 1989 dan tidak pernah mengalami gagal bayar.

Total obligasi yang telah diterbitkan BTN mencapai Rp 9,3 triliun. Obligasi BTN yang masih outstanding adalah sekitar Rp 5,45 triliun. Dengan obligasi yang diterbitkan perseroan tahun ini, Iqbal mengatakan, total obligasi yang telah diterbitkan BTN sebesar Rp 11,3 triliun.

Iqbal optimistis obligasi yang ditawarkan tersebut akan diserap di pasar seperti halnya obligasi-obligasi sebelumnya. Pasar perumahan di Indonesia memberikan peluang yang sangat besar untuk terus berkembang mengingat masih sangat besarnya masyarakat Indonesia yang belum memiliki rumah.

Di samping itu, kinerja BTN yang terus membaik akan menjadi sinergi dalam membaiknya kemampuan bank dalam sharing pembiayaan untuk mendukung program pembangunan perumahan nasional.  "Permintaan akan rumah setiap tahun terus menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan," kata Iqbal.

Sementara kemampuan pemerintah untuk memenuhi permintaan itu sangat terbatas. "Peran serta perbankan sangat diharapkan dalam pemenuhan pengadaan rumah ini, sehingga kami akan terus berperan untuk menjadi bank yang terkemuka dalam bidang pembiayaan perumahan," harapnya.

Penerbitan obligasi ini diharapkan juga akan memperkuat struktur pendanaan BTN guna mendukung pembiayaan perumahan nasional. (vit/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Bursa Restui IPO 10 Emiten Baru


Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler