Oknum Ini Jual iPhone dengan Komponen Cacat Bisa Untung Ratusan Miliar Rupiah

Jumat, 20 Desember 2019 – 14:32 WIB
Ilustrasi. Jajaran iPhone 11 series. Foto: Ubergizmo

jpnn.com - Foxconn merupakan salah satu mitra manufaktur utama Apple yang bertanggung jawab untuk merakit komponen iPhone dan produk-produk Apple lainnya.

Belum lama ini, seorang manager Foxconn ketahuan menjual komponen iPhone cacat (rejected).

BACA JUGA: Kamera iPhone 11 Pro Diadu dengan Kamera Broadcast, Bagaimana Hasilnya?

Alasannya sederhana, setiap komponen iPhone tidak mungkin sempurna. Mengingat perusahaan mengutamakan jaminan kualitas produk, tentu saja beberapa komponen ditolak karena cacat produksi.

Cara itu merupakan praktik umum di semua perusahaan. Namun menurut laporan dari Taiwan News, beberapa manajer Foxconn kabarnya telah terlibat dalam skema penipuan terkait perakitan iPhone.

BACA JUGA: iPhone 11 Bisa Lacak Lokasi Pengguna Tanpa GPS, Apple Disemprot

Dilaporkan dari Ubergizmo, Jumat (20/12), untuk memasarkan produk itu mereka bekerja sama dengan pengusaha asal Taiwan mengambil komponen yang rusak untuk dipasang di iPhone dan kemudian dijual.

Dalam pemasaran iPhone berkomponen cacat tersebut mereka meyakinkan para konsumen bahwa perangkat ini merupakan asli dan sah buatan Apple. 

BACA JUGA: iPhone Diprediksi Bakal Sepenuhnya Nirkabel

Cara licik seperti itu kabarnya berhasil mendapatkan pemasukan sebesar USD 43 juta atau sekitar Rp 602 miliar. Kabar ini pun langsung menuai banyak kecaman dari berbagai pihak.

Di bawah prosedur operasi normal perusahaan, komponen iPhone yang rusak biasanya akan dihancurkan. Namun dalam hal ini, komponen tersebut tidak dihancurkan dan digunakan untuk membuat iPhone. 

Sejatinya ulah para manajer Foxconn telah berlangsung selama tiga tahun terakhir, tetapi baru awal Juni 2019 ini dilaporkan kepada CEO Apple, Tim Cook. Otomatis Cook sontak marah besar dengan kelakuan Foxconn.

Perusahaan lalu mengonfirmasi bahwa penyelidikan sedang dilakukan. Mantan ketua perusahaan, Terry Guo, menolak untuk mengomentari masalah ini. Ia hanya beralasan bahwa Foxconn punya sangat banyak karyawan. (mg9/jpnn)


Redaktur & Reporter : Dedi Sofian

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler