Oktober Banyak Bencana, Menko Muhadjir Keluarkan Instruksi 

Rabu, 19 Oktober 2022 – 21:10 WIB
Menko Muhadjir memberikan instruksi lantaran banyaknya bencana yang terjadi sejak awal Oktober. Foto Humas Kemenko PMK

jpnn.com, JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengeluarkan instruksi terkait bencana akibat cuaca ekstrem terus terjadi. 

Beberapa hari ini jalur lintas selatan Jawa Timur hingga Bali mengalami banjir besar dan longsor yang menimbulkan banyak kerugian. 

BACA JUGA: Puan Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Korban Bencana Banjir

Diperkirakan kondisi ekstrem hidrometrologi ini masih akan berlangsung di hari-hari mendatang. 

"Pemenuhan data lapangan yang tepat dan cepat sangat diperlukan untuk meminimalisasi risiko bencana yang terjadi di Indonesia," kata Menko Muhadjir, Rabu (19/10).

BACA JUGA: Frekuensi Bencana Hidrometeorologi di Kabupaten Bogor Tertinggi di Indonesia

Sebagai penentu pengambilan keputusan terhadap langkah mitigasi bencana, data lapangan tanggap bencana harus terus di-update. Selain itu, koordinasi lintas sektor juga harus berjalan dengan baik. 

"Makin cepat mendapatkan data lapangan yang real dan clear, kian cepat mengambil keputusan dan akan mampu meminimalisir risiko bencana,” ujarnya.

BACA JUGA: Belasan Wilayah Ini Dapat Peringatan Serius BMKG Soal Bencana Banjir

Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, kata Menko PMK, bencana yang terjadi harus bisa diatasi dengan baik dan jangan sampai memengaruhi pertumbuhan ekonomi, mengingat saat ini Indonesia sedang dalam proses melawan krisis ekonomi global.

Hal-hal yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok dan kelancaran transportasi untuk menyuplai bahan perdagangan diharapkan tidak terganggu. 

Bencana tahun ini, lanjut Menko Muhadjir, spektrumnya jadi sangat luas karena berimpitan dengan masalah ekonomi global yang sangat tinggi. 

"Mohon koordinasi di lapangan diperkuat sehingga melibatkan semua pihak yang terdampak. Jangan sampai gagal fokus dalam penanganan bencana ini sehingga menimbulkan efek yang tidak diharapkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 227 bencana alam telah terjadi di Indonesia dalam dua minggu terakhir sejak awal Oktober 2022. Semua kejadian bencana dikategorikan sebagai bencana hidrometeorologi basah.

Dalam kurun waktu 3 - 16 Oktober 2022, banjir menjadi kejadian bencana yang paling banyak terjadi dalam periode ini disusul tanah longsor dan cuaca ekstrem. Bencana alam tersebut menyebabkan 23 jiwa meninggal dunia, 1 jiwa hilang, dan 19 jiwa luka-luka atau sakit. (esy/jpnn)


Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Mesyia Muhammad

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler