Optimis Industri Hilir Kakao Terus Berkembang

Minggu, 16 Juni 2013 – 11:58 WIB
BATAM - Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan mengatakan, industri hilir kakao di Tanah Air terus berkembang. Kondisi ini tak terlepas dari diterapkannya Bea Keluar (BK) atas ekspor biji kakao yang diberlakukan mulai 1 April 2010.

Demikian dikatakan Gita Wirjawan saat melakukan kunjungan kerja meninjau PT Asia Kakao Indonesia di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (15/6).

Menurut Gita Wirjawan, industri kakao Indonesia juga mengalami peningkatan kapasitas produksi yang cukup signifikan.

“Kebijakan BK dinilai cukup berhasil karena terbukti telah mengembangkan industri hilir kakao di Tanah Air,” kata Gita Wirjawan dalam keterangan persnya.

Gita Wirjawan mengatakan, berkembangnya industri kakao di Indonesia dapat terlihat dari  berdirinya enam pabrik pengolahan kakao yang baru dengan kapasitas total 430 ribu ton per tahun dan bertambahnya kapasitas 8 pabrik pengolahan yang telah ada sebesar 87 persen dari  125.000 ton pada tahun 2009 menjadi 280.000 ton pada tahun 2011.

Yang tidak kalah pentingnya, lanjutnya, penerapan BK juga membuka peluang yang lebih besar kepada para petani kakao karena dapat menjual produk biji kakao, tidak hanya kepada para pedagang atau eksportir, tetapi juga kepada industri pengolahan kakao dalam negeri.

Beberapa investor asing seperti Cargill, ADM dan JB Cocoa memproduksi kakao olahan kelas premium untuk pasar di Eropa. Sedangkan industri yang sudah ada di Indonesia umumnya memproduksi kakao olahan kelas menengah untuk pasar di negara-negara berkembang.

Salah satu contoh perkembangan industri hilir itu ditandai dengan rencana ekspansi PT Nestle Indonesia atas pabrik susu Milo dan Dancow di Pasuruan dan Karawang.

“Masuknya para investor asing tidak perlu dikhawatirkan. Hal ini tidak akan mempengaruhi industri kakao yang sudah ada karena pangsa pasar yang berbeda,” kata Gita Wirjawan.

Dalam kunjungan kerja ke Batam kali ini, Gita Wirjawan juga berkesempatan meninjau PT Citra Tubindo Tbk. PT Citra Tubindo yang merupakan perusahaan produsen pipa pengeboran minyak dan gas bumi jenis level quality untuk digunakan di kedalaman lebih dari 4000 meter. Adapaun negara tujuan ekspor utama pabrik ini yaitu negara Timur Tengah, Arab Saudi, dan Iran. Sementara ekspor ke AS sekitar 20 persen dari total ekspor.

Selain itu, Gita Wirjawan juga berkesempatan memantau harga kebutuhan bahan pokok di pasar Botania menjelang bulan Puasa dan Hari Raya Lebaran.

“Hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok masih normal dan ketersediaan bahan pokok juga masih mencukupi,” ujarnya. (rls/jpnn)

BACA ARTIKEL LAINNYA... Baru Nikah, Anggota TNI Tewas Ditabrak

Redaktur : Tim Redaksi

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Terpopuler